Share

BONDOWOSO – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bondowoso fokus dalam meningkatkan kualitas dan mencetak para pemandu wisata profesional di Bondowoso. Di sisi lain, HPI mendesak kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) untuk melengkapi sarana dan prasarana di tempat wisata, di mana guide nanti akan bekerja.

“Para pemandu wisata ini adalah lidah yang nantinya akan meyakinkan para pengunjung. Karena itu, Dinas Pariwisata selaku pemangku kebijakan, tak kalah pentingnya juga memperhatikan sarana dan prasarana objek wisata,” ungkap Slamet Riyadi, Ketua HPI Bondowoso ketika ditemui di rapat koordinasi HPI Bondowoso di ruang Disparpora.

Selaku ketua HPI, dia berharap apa yang telah dipromosikan oleh pemandu wisata binaannya sesuai dengan kenyataan di lapangan. Menurutnya masih banyak objek wisata yang sarprasnya tidak ada, seperti kiamar kecil.

 

Baca Juga : Sudah Dilatih, Puluhan Guide Bondowoso Segera Berlisensi

 

“Kami tak ingin mengecewakan pengunjung, sarprasnya harus diperhatikan juga. ketersediaan kamar kecil yang masih minim,” ungkapnya.

Dia membuktikan kesungguhan HPI dalam mempersiapkan pramuwisata. Mulai saat ini HPI akan mengadakan pertemuan rutin dengan calon guide yang telah mengikuti pelatihan. Termasuk juga akan menampung seluruh kebutuhan mereka dengan membuat rekomendasi kepada HPI Provinsi.

“Hari ini kita mengadakan koordinasi, berdiskusi tentang kemajuan kita ke depan. Selain bantuan dari pemerintah, HPI sendiri juga akan mengusahakan agar HPI Provinsi memberikan pelatihan lebih lanjut. Di hari ini juga, kita menyatukan misi untuk mengadakan pertemuan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan berbahasa khususnya bahasa Inggris,” paparnya.

Slamet berharap, ketersediaan guide tahun 2017 tidak lagi kurang, mengingat objek wisata di Bondowoso semakin banyak. “Semoga jumlah guide yang kita bina ini dapat memenuhi keterbutuhan karena objek wisata bondowoso semakin banyak,” pungkasnya. (abr/esb)