BONDOWOSO – Laporan terhadap penghina NU di media sosial Facebook Abdurr Q akan dicabut.

Hal ini menyusul, postingan terbaru dari warga desa Tegalampel, kecamatan Tegalampel itu, yang menerangkan bahwa pernyataan sebelumnya tidaklah benar.

Andiono Putra, salah seorang pelapor yang juga Ketua PC LTN-NU Bondowoso, dikonfirmasi menerangkan, bahwa pihaknya mengikuti langkah dan keputusan para kiai NU.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua PCNU Bondowoso, KH Abd Qodir Syam sebelumnya.

“Pelaku memposting kembali, bahwa pernyataannya itu adalah pernyataan yang salah. Hal demikian itu, oleh Kiai, dianggap sudah selesai. Maka kami pun, akan mengikuti langkah dan keputusan itu,”katanya.

“Apa pesan kiai pada kami? Segera cabut berkas, agar keluarga bisa kembali berpuasa, buka dan saur, bersama pelaku. Ini sikap mental luar biasa dari kiai,”jelas Andiyono.

Ia berharap dengan adanya penahanan terhadap pelaku selama beberapa hari ini bisa menimbulkan efek jera. Sehingga pelaku tidak mengulangi perbuatannya kepada siapa pun, kepada ormas (organisasi kemasyarakatan) manapun.

 

Baca Juga : Tersangka Penghina NU Bertemu KH. Qodir, Pelapor : Pencabutan Akan Dikonsultasikan pada Kiai

 

Lebih dari itu, pihaknya berharap keluarga bisa memberikan pembelajaran lebih.

“Jika pelaku terlahir dari kultur NU, maka penting memperkenalkan kembali tradisi-tradisi NU,”katanya.

” Tapi jika bukan dari golongan NU, tentu beda tradisi, beda kultur. Tentu pelaku tidak bisa kita paksakan,”katanya dalam keterangan pers yang diterima oleh Memo Indonesia.

Ia melanjutkan bahwa manakala permasalahannya adalah mental, psikis, tentu berkonsultasi pada psikolog penting dilakukan oleh keluarga maupun orang dekatnya. Tapi jika masalahnya adalah terpapar oleh ideologi transnasional, ini yang membutuhkan kajian mendalam.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nadhlatul Ulama (LPBH NU), Lesbumi( Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia), LTN (Lajnah Ta’lif wan Nasyr) Bondowoso melaporkan akun facebook Abdurr Q ke Polres wilayah setempat pada Senin (20/4/2020).

Laporan dilayangkan karena pemilik akun yang diketahui merupakan warga Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel itu, menghina Lembaga Keagamaan NU melalui akun facebook pribadinya.

Pada Senin, 4 Mei 2020 keluarga pelaku bertemu denga Ketua PCNU Bondowoso, KH Abd Qodir Syam, dan sejumlah perwakilan Banom NU wilayah setempat dengan disaksikan oleh pihak kepolisian.(och)