SITUBONDO-Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Situbondo menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon nomer urut 01, Drs. Karna Suswandi dan Nyai Hj. Khoirani (Karunia).

Pernyataan dukungan itu disampaikan melalui deklarasi di Kecamatan Banyuglugur, Minggu (15/11/2020).

Muhammad Hasan Iliyin, Ketua Panitia Deklarasi, menerangkan, dukungan diberikan lantaran pihaknya menilai pasangan berjuluk Karunia itu memiliki komitmen terhadap hal-hal yang dibutuhkan oleh petani dan nelayan.

“Paslon 01, Karunia ini punya komitmen yang jelas terhadap petani dan nelayan,” ujarnya.

Pihaknya berharap manakala pasangan Karunia ini jadi, maka nantinya kelaangkaan pupuk yang terjadi. Maupun sejumlah kebutuhan nelayan bisa terpenuhi.

 

Baca Juga : Kotak Suara Pilkada Telah Datang, Logistik Lainnya Menyusul

 

Sementara itu, Cabup Karna Suswandi menerangkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan kawan-kawan HKTI.

“Kita akan menjalin kerjasama yang baik dalam rangka memajukan pertanian yang ada di Situbondo,” katanya.

Terkait kelaangkaan pupuk yang menjadi keluhan petani, kata Bung Karna, pihaknya namti manakala telah menjadi pasangan Bupati dan Wabup akan berupaya melipatgandakan kuota pupuk yang dimiliki.

Mengingat, masih banyak puluhan ribu hektar tanah yang ada di Situbondo yang tak masuk dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

“Ini menjadi potensi untuk dapat kuota pupuk sehingga ke depan petani tidak akan lagi kebingungan tentang pupuk bersubsidi. Karena semua masyarakat sudah dimasukka ke RDKK,”urainya.

Ia mengaku bahwa berdasarkan data yang dirilis oleh Ketua Komisi II DPRD Situbondo, kuota pupuk Situbondo itu sebetulnya adalah 41ribu ton.

Tetapi usulan Pemkab ke Pemerintah pusat hingga akhir Desember 2019 untuk penggunaan pupuk tahun 2020 hanya 17ribu ton.

“Kenapa diusulkan seperti, karena memang kurang peduli Pemkab dalam menyelesaikan persoalan RDKK,” pungkasnya.

Tampak turut hadir dalam deklarasi itu yakni anggota HKTI dari setiap kecamatan, masyarakat tani sekitar Besuki dan Banyuglugur, dan petani sekitar. Ada juga, Ketua HKTI Situbondo H. Sugeng, dan anggota HKTI dari Provinsi Jatim, Kabupaten Jember, Bondowoso dan Probolinggo.(och)