Share

SURABAYA – Jawa Timur (Jatim) saat ini membutuhkan banyak pengusaha-pengusaha baru. Oleh sebab itu generasi muda khususnya mahasiwa harus mulai belajar menjadi pengusaha. Seorang pengusaha bukan hanya berasal dari jurusan ekonomi, namun bisa dari matematika, sipil, sosial dan lain sebagainya. Masyarakat Ekonomi Asea (MEA) membutuhkan kreatifitas serta kelincahan dalam dunia usaha. Demikian disampaikan Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jatim Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf saat membuka Seminar Kewirausahaan tahun 2017, di UNESA, Surabaya, tadi siang.

Pemprov Jatim di bawah Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, dikatakannya telah memiliki program pelatihan bagi calon pengusaha baru. Setiap bulannya, program pelatihan telah terjadwal dan bisa dipantau langsung oleh masyarakat secara online. BKOW Jatim telah beberapa kali mengikuti pelatihan bersama pengurus, anggota pleno, anggota dari 46 organisasi BKOW dan masyarakat umum lainnya.

“Namun jika pelatihan tersebut bukan passion teman-teman anggota BKOW Jatim, kami menawarkan ke masyarakat atau tetangga sekitar,” kata Fatma yang juga istri Wagub Jatim ini.

 

Baca Juga : Mahasiswa KKN Pamerkan Produk Lokal Bondowoso

 

Pelatihan-pelatihan, dijelaskannya dilaksanakan secara gratis atau tanpa dipungut biaya. Beberapa pelatihan yang ada diantaranya membuat aneka olahan makanan, membatik, gelas painting dan aneka kreasi hantaran pengantin. Pemprov Jatim juga menyediakan bantuan permodalan bagi pengusaha baru utamanya yang feasible namun tidak bankable melalui Bank Jatim dan Bank UMKM dengan suku bunga yang cukup rendah di kisaran 7% hingga 9%.

“Dengan berbagai kemudahan yang disediakan oleh pemerintah ini, saya rasa tidak ada alasan takut bagi anak muda untuk mau berwirausaha,” jelasnya.

Fatma juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan seminar kewirausahaan tersebut. Karena melalui kegiatan seminar ini, ditambahkannya menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan semangat dan jiwa kewirausahaan para mahasiswa. Diharapkannya tercipta calon wirausaha baru yang akan sukses nantinya.

“Semoga kedepan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini bisa terus dilaksanakan, sebagai betuk pengabdian kepada bangsa, negara dan bangsa,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kegiatan seminar yang dihadiri 300 peserta tersebut, menghadirkan dua pembicara terkenal yakni Dimas Ginanjar selaku founder of Kripik Maicih, dan Budhi Waseso selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia. Turut hadir Ketua IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah) Jatim dan Ketua IPEMI Sumenep beserta jajarannya. (sga)