BONDOWOSO – HIPPA Sido Makmur lebih dulu mengikuti  serangkaian penilaian Sarasehan di Bakorwil Malang pada 27 Mei 2015 tahun lalu dengan Ketua tim Juri Kepala Bakorwil, Drs. Jonathan Judianto, M.MT. Setelah itu, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan pada tanggal 15 Juni 2015 dan HIPPA Sido Makmur mendapat penilaian sarasehan bobot 40% dan peninjauan lapangan mendapat 60%.

“Penilaian mencakup aspek kelembagaan dan keuangan yang langsung dinilai oleh Dr. Sri Mulyaningsih, SE, MSP. Sedangkan untuk aspek Tekhnis Irigasi dinilai oleh Ir. Ninik Purwandari, MT dan Aspek Pertanian dinialai oleh Ahmad Arifin, SE,M.Agr. Lomba ini juga diikuti oleh HIPPA dari Kabupaten Probolinggo, Banyuwangi, Kota Probolinggo, dan Sidoarjo. Saya masih ingat betul proses hingga meraih penghargaan tertinggi ini,” kenang Karna Suswandi.

Karna Suswandi mengenang lebih lanjut, awalnya saat Sarasehan HIPPA Sido Makmur  Bondowoso berada di posisi ketiga dan kalah dengan HIPPA Arum Wangi Kabupaten Banyuwangi yang berada diperingkat pertama dan di bawahnya ada HIPPA Sido Mulyo Kabupaten Probolinggo.

“Akan tetapi HIPPA Sido Makmur mampu membuktikan bahwa HIPPA Sido Makmur berhasil memperbaiki posisi ke peringkat pertama setelah diadakan peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Tim Juri dari Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Malang,” sambungnya.

Karna Suswandi lebih lanjut mengatakan bahwa aspek yang mendukung kemenangan ini  karena kesesuaian antara paparan sarasehan dan kondisi di lapangan. Selain itu, pembukuan dan administrasi yang baik, serta jaringan irigasi yang baik dan terawat juga sempat membuat tim juri terkagum-kagum dan merasa bangga saat itu.

“Ditambah lagi dengan sistem pertanian yang mengandalkan bibit varietas baru yaitu Gorontalo dimana produktivitasnya bisa mencapai 20 ton/Ha sehingga HIPPA Sido Makmur mendapat total nilai 153, 47 dan mengalahkan HIPPA Sido Mulyo Kabupaten Probolinggo  dengan nilai 151, 71, serta HIPPA Arum Wangi Kabupaten Banyuwangi dengan nilai 145,04,” kenangnya lebih lanjut.

Baca Juga : Di Bawah Tangan Kreatif Karna Suswandi, HIPPA Sido Makmur Raih Penghargaan tingkat Nasional

Dengan Demikian HIPPA Sido Makmur berhak mewakili Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Malang pada Evaluasi HIPPA/GHIPPA Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2015. Sedangkan untuk lomba HIPPA tingkat Provinsi Jawa Timur, HIPPA Sido Makmur sudah tidak tersaingi sejak awal, baik saat penilaian Sarasehan maupun Lapangan.

“Dalam lomba HIPPA tingkat Provinsi, HIPPA Sido Makmur sudah tidak terkejar dari awal oleh pesaing-pesaingnya sehingga dinobatkan juara pertama dan berhak mewakili Jawa Timur untuk lomba tingkat Nasional yang akhirnya meraih juara satu,” tambahnya.

Karna Suswandi menegaskan, pihaknya tidak memiliki persiapkan khusus untuk memenangkan lomba HIPPA tingkat Nasional. Itu karena HIPPA Sido Makmur secara keorganisasian telah berjalan sesuai dengan visi dan misi serta tugas dan fungsinya. Kegiatannya juga sudah berjalan setiap hari dan bukan karena mengikuti lomba.

“Dari awal kami sudah optimis dan yakin bahwa HIPPA Sido Makmur akan mengukir prestasi dan memenangkan lomba tingkat Nasional ini. Karena secara keorganisasian HIPPA Sido Makmur sudah matang dan kegiatannya berjalan dengan optimal dan maksimal,” sambungnya lagi.

Pengaturan pengelolaan irigasi dari tahun ke tahun, lanjut Karna Suswandi, semakin menjadi kebutuhan masyarakat petani untuk meningkatkan usaha tani. Kondisi ketersediaan air yang menurun terutama pada musim kemarau memerlukan pengaturan yang optimal sejalan dengan pola tanam yang telah ditetapkan.

“Dengan adanya pengaturan pengelolaan irigasi bisa mampu menekan permasalahan, antara lain pembagian air yang kurang merata, konflik antar petani, pengrusakan saluran irigasi dan permasalahan lain yang meresahkan petani,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan, pemberdayaan HIPPA Sido Makmur yang dilakukan untuk dapat mencapai pengelolaan irigasi partisipatif merupakan pelaksanaan irigasi berdasarkan partisipasi petani yang dimulai sejak ide pertama hingga keputusan akhir, pada kegiatan perencanaan, konstruksi, peningkatan, operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi.

“Hal ini bisa dicapai apabila HIPPA sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat sosial mempunyai kelembagaan yang kuat, memahami teknis irigasi dan mandiri dalam pembiayaan sesuai dengan kewenangannya dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi. Hal semacam ini sangat melekat bagi HIPPA Sido Makmur. Ke depan, kami akan terus berbenah dan membuat terobosan dan inovasi baru,” pungkasnya. (ron)