BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk memprediksi puncak arus mudik tahun 2017 pada H-3 dan H-2. Sehingga akan terjadi penumpukan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Dari pantauan Memo Indonesia di pelabuhan Ketapang Banyuwangi, deretan antrian mulai terlihat di pelabuhan Gilimanuk sejak kemarin pada H-4, informasi ini yang kami dapat dari kamera CCTV Pelabuhan. Untuk mengindari antrean panjang, para pemudik memilih jalan kaki untuk menyeberang.

Seperti yang dilakukan Saifullah (37), pemudik asal Denpasar Bali, yang hendak pulang kampung, ke Paiton Probolinggo. Bersama keluarganya, Saifullah memilih meninggalkan kendaraannya di rumah kosnya di Denpasar lantaran tak mau mengantri saat hendak melakukan penyebrangan.

 

Baca Juga : Ratusan Pemudik Tujuan Madura Terlantar di Pelabuhan Tanjung Wangi

 

“Kalau begini selain tidak antri juga lebih aman, apalagi bawa anak-anak,” katanya.

Dari tempat kosnya, dia mengaku memilih memakai jasa angkutan online menuju terminal Badung dan berhenti di Pelabuhan Gilimanuk.

“Sampai di pelabuhan, saya masuk pelabuhan sebagai pejalan kaki, lalu menyeberang. Sampai di Ketapang, nanti cari bus menuju rumah,” terangnya. Lebih lanjut Saifullah mengatakan, meski terkesan ribet dan sedikit lebih mahal biayanya, tapi keselamatan terjamin. “Resiko kecelekaan kecil, apalagi saya bawa keluarga. Semoga sampai di rumah dengan selamat,” pungkasnya. (mam/ron)