JEMBER – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017 sudah resmi dibuka sejak Selasa, 11 April 2017. Universitas Jember, salah satu perguruan tinggi di Jember terpilih sebagai panlok pelaksanaan SBMPTN pada tahun 2017 ini.

Dalam pernyataanya, Zulfikar selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, mengatakan bahwa proses ujian SBMPTN tahun ini masih sama dengan tahun kemarin. Terdapat dua pilihan, pertama peserta dapat memilih Computer Based Test (ujian berbasis komputer).

Sementara yang kedua adalah PBT (Paper Based Test) atau yang biasa disebut ujian berbasis kertas. Dia menambahkan bahwa kuota peserta CBT pada tahun ini melonjak menjadi 30.000 peserta. Oleh karena itu, pihaknya menyediakan sedikitnya 480 unit komputer untuk menunjang kelancaran ujian.

Baru memasuki hari ketiga pendaftaran SBMPTN, Pusat Informasi SBMPTN-Panitia Lokal Unej yang terletak di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unej, terlihat lalu-lalangnya beberapa calon peserta.  Ada beberapa unit komputer yang ditempatkan di pelataran PKM untuk dipergunakan sebagai media pendaftaran online.

Selain itu, beberapa panitia pelaksana juga terlihat sedang memandu peserta SBMPTN yang mendaftar melalui fasilitas lokal yang disediakan oleh Unej. Kholifatul Zahro, panitia pelaksana yang sedang bertugas menegaskan bahwa Pusat Informasi yang ada bersifat penting.

Dia menjelaskan bahwa dengan adanya fasilitas ini, peserta dapat berkonsultasi seputar SBMPTN. Tidak hanya itu, Pusat Informasi yang ada juga ditujukan untuk membantu peserta mendaftar secara online dan sekaligus mendapatkan arahan yang jelas dari panitia pelaksana.

Selain itu dia menerangkan bahwa Pusat Informasi yang disediakan Unej bisa dikunjungi mulai dari hari Senin sampai Sabtu. Khusus pada hari Sabtu, jam pelayanan dimulai dari pukul 08.00 pagi sampai 12.00 siang. Sedangkan untuk hari Senin-Jum’at, pihaknya melayani sampai pukul 15.00 sore. “Sebenarnya prosesnya sederhana dan tidak ribet. Namun terkadang, peserta masih bingung. Jadi kami di sini untuk melayani dan membantu mereka,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Lifa (nama panggilan), peserta juga dapat mendaftar sendiri dan dilakukan dari tempat asal mereka masing-masing tanpa perlu datang ke Jember. “Sekarang kan sudah pakai online. Jadi lebih mudah, bisa dimana saja,” cetusnya.

Hanya saja dalam mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran tersebut, Lifa mengingatkan bahwa peserta harus benar-benar
teliti dalam mengisi. Menurutnya, kesalahan informasi yang tertulis di formulir pendaftaran dapat menjadi kesalahan fatal. Apabila formulir telah terdaftar dan peserta telah mencetak kartu tanda peserta, mereka sudah tidak bisa lagi mengubah data yang ada, khususnya terkait pemilihan jurusan.

“Kalau sudah cetak kartu dan ingin merubah jurusan karena salah pilih, Mereka harus mengulang prosedur dari awal, seperti membayar uang pendaftaran lagi dan mengurusi ke bagian pusat universitas lalu daftar ulang lagi. Jadi jangan sampai salah pilih jurusan,” jelas panitia Sie Kesekretariatan ini.

Saat Memo Indonesia melakukan pemantauan ke lokasi Pusat Informasi, terlihat hanya dua orang peserta yang mendaftar. Lifa membeberkan bahwa dalam kurun waktu tiga hari ini hanya terdapat beberapa orang yang berkunjung dan mendaftar.

Dia mengatakan bahwa puncak dari pedaftaran akan berlangsung pada saat mendekati penutupan pendaftaran. “Biasanya nanti kalau sudah hampir batas waktu, baru peserta yang mendaftar membludak,” ungkapnya. (hus/esb)