BONDOWOSO – Seorang janda tua bernama Sahwani (57) hanya bisa pasrah dengan keadaanya saat ini

Hidup sebatang kara di gubuk reot berukuran sekitar 4x5meter di Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo.

Sehari-hari ia bertahan hidup dengan mencari sayur di sekitar rumahnya. Terkadang dijual pada warga sekitar, namun seringnya dikonsumsi sendiri.

Kini umurnya sudah semakin tua, dan badannya sudah mulai sakit-sakitan. Belum lagi, benjolan di kepalanya tak pernah ia periksakan.

Selama ini, Sahwani juga sering dibantu oleh warga sekitar.

 

Baca Juga : Pandemi Covid-19 Tak Ada Jam Kunjung, Lapas Terapkan Video Call Warga Binaan

 

Sementara itu, Camat Botolinggo Yoyok J Santoso, dikonfirmasi awak media Selasa (7/7/2020), mengatakan, karena depresi yang dideritanya, Sahwani pun disebut sulit berkomunikasi dengan orang baru.

Adapun, keluarga yang lain jauh dari kediaman Sahwani. Hanya tinggal bersama ibunya, Morea yang tinggal di rumah berbeda.

“Miris sekali kemarin kita kesana, apa buk yang dimasak hari ini? Kita hanya mendapati tungku berisi air dengan daun talas. Terus makannya dengan apa, nasi jagung. Terus kami lihat tidak ada nasi jagungnya,”katanya.

Ia menerangkan bahwa Sahwani selama ini ternyata tak pernah masuk dalam data kependudukan. Karena itulah, tak pernah tersentuh bantuan pemerintah.

“Untuk itu kita awali dengan persyaratan administrasinya kita lengkapi. Dan akan kita usulkan termasuk dengan gerakan Tape Manis Bondowoso,”ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, dan Dokter Puskesmas kesehatan untuk ngecheck kondisi kesehatannya.(och)