Share

BONDOWOSO – Dua orang kepala sekolah asal Bondowoso mendapatkan penghargaan guru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, bertepatan dengan hari guru nasional. (HGN) 2021.

Dua orang dimaksud yakni, Siti Mutawarridah yang merupakan kepala sekolah SDN Pancuran 1 Bondowoso sebagai peserta terbaik kategori kepala SD inspiratif.

Kemudian, kepala sekolah TK Kartika Bondowoso yang juga memperoleh penghargaan nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sugiyono Eksantoso menyampaikan, kebanggan dan apresiasi luar biasa atas prestasi tingkat nasional yang diperoleh.

Tentu, ini juga turut mengharumkan nama Bondowoso di tingkat nasional.

“Untuk guru-guru yang bagus-bagus ini nanti ketika pemetaan guru dan Kepsek harus ada di tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Karena itu penghargaan yang harus diberikan siapa pun yang berprestasi di pendidikan,” tuturnya.

“Sementara saya beri penghargaan, tidak tahu nanti kita lihat kalau ada anggaran untuk uang pembinaan saya kasih nanti itu,” ungkap Sugiyono.

Baca Juga: Tersambar Petir, Warga Wringinanom Meninggal di Lokasi Kejadian

Ia mengaku bahwa selama ini pihaknya memang terus mendorong agar guru atau pun tenaga pendidik di Bondowoso terus berprestasi.

Bahkan, dirinya mewacanakan program tahun 2022 agar guru penggerak yang masih rendah bisa meningkat.

“Saya dorong terus seperti itu,” ujarnya.

Disinggung tentang guru lainnya, ia menyebutkan bahwa di Bondowoso banyak guru-guru berprestasi.

Namun memang, ada juga GTT yang justru masih jauh dari kata sejahtera. Yakni, masih mendapatkan honor yang hanya sekitar Rp 50ribu hingga Rp 100 ribu per bulan.

Karena itulah, pihaknya berencana akan berangkat ke Kemendikbud untuk memperjuangkan GTT yang kemarin tak lolos PPPK. Yakni tepatnya meminta kuota tambahan PPPK di Bondowoso.

“Karena dengan cara itu kesehatan mereka terangkat. Dari gaji honor yang tidak layaklah, menurut saya. Karena berharap pada APBD tidak mungkin. Berharap dari dana BOS juga seperti itu,” ujarnya.

Di lain sisi, pihaknya juga berencana akan meminta agar diserahkan database itu ke Dikbud. Karena, yang mengetahui persis kebutuhan guru.

Penataannya sendiri juga tak hanya melihat hasil. Namun juga mempertimbangkan masa kerja, dan lainnya.

“Jadi harapan kami, nanti kalau di-acc biarlah kami yang menata itu dengan database passingnya grade,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa dari test PPPK kemarin baru ada sekitar 500 GTT yang lolos. Sementara sisanya dari total 1.400an GTT masih akan diperjuangkan.

“Saya pertama sisa kuota yang ada agar segera diperjuangkan, kalau perlu saya minta kuota tambahan,” pungkasnya.(och)