BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menghadiri Haul Pondok pesantren Darul Falah di desa Ramban Kulon, Kecamatan Cerme, Sabtu (12/5). Kehadirannya turut didampingi oleh Ketua DPRD Tohari, dan Ketua MUI Bondowoso KH. Asy’ari Fasya.

Bupati Amin Said Husni dalam sambutannya dia menyitir penyampaian Gus Dur, bahwa NU adalah pesantren besar, sedangkan ponpes adalah NU dalam skala kecil. Antara NU dan Pesantren merupakan dua entitas yang secara kelembagaan terlihat ada dua. Tapi sesungguhnya secara substansi, NU dan Ponpes adalah satu.

“Dalam istilah yang lain dwi tunggal, dua yang tak bisa dipisahkan satu sama lain,” ujarnya di hadapan wali santri yang turut hadir mengikuti acara tersebut.

Sehingga, dengan begitu, keberadaan pesantren diharapkan akan terus menyelanggarakan pendidikan dalam mencetak kader-kader pejuang Ahlussunnah Wal Jamā’ah. Pada akhirnya, kelak usai menyelesaikan pendidikannya di pesantren, dan menyebar di tengah-tengah masyarakat, para lulusan ponpes bisa menjadi kader pejuang.

“Jadi perangkatnya NU, jadi perangkatnya pejuang perjuangan dari para kiai dan masayih,” urainya.

Dalam acara tersebut, Bupati Amin Said Husni menyaksikan pemberian penghargaan terhadap santri dan santriwati dengan nilai terbaik di lembaga pendidikan ponpes Darul Falah, setingkat MI, MTs, dan MA. Penyerahan pengharagaan sendiri dilakukan oleh Pengasuh Ponpes Darul Falah, yang juga  Ketua PCNU Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam. (och)