BONDOWOSO – Informasi berantai perihal bertambahnya pasien positif Covid-19 di Bondowoso melalui berbagai media sosial dibenarkan oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19 wilayah setempat, M. Imron, saat dikonfirmasi Rabu (22/4/2020).

“Informasi yang berkembang benar, tapi ada yang salah, data yang nomer satu (Red : Kecuali yang Tegalampel itu satu orang. Bukan dua orang),”ungkapnya.

Ia menjelaskan tiga orang yang disebut positif Covid-19 merupakan hasil rapid test bukan swab.

Salah seorang pasien merupakan warga Kecamatan Tegalampel berinisial J yang melakukan isolasi mandiri. Yang bersangkutan memiliki riwayat ke Bali, dan aktivitasnya menjual buah.

“Karena klinisnya baik, karena itu isolasi mandiri. Pokoknya isolasi mandirinya bisa tidak kemana-mana. Kalau masih dablek (Red : Keras Kepala) dijemput, eksekusi dimasukkan ke rumah sakit lagi,”katanya.

Kemudian seorang warga Kelurahan Tamansari, Jalan Pelita disebut saat ini tengah dirawat di rumah sakit swasta di Jember. Dan seorang lagi pasien positif asal Kecamatan Grujugan saat ini dirawat di RSUD Koesnadi.

 

 

Baca Juga : Sekda Pastikan Pemindahan Pedagang Daging Ayam Pasar Induk Bondowoso Ditunda

 

Perihal riwayat kontak erat, kata Kepala Dinas Kesehatan itu, untuk pasien dari Kecamatan Tegalampel, pihaknya telah melakukan rapid test terhadap keluarga. Dan hasilnya negatif terhadap ke lima anggota keluarganya.

Sementara, untuk seorang warga Kelurahan Tamansari di Jalan Pelita, pihaknya masih belum mendapatkan laporan hasil penulusuran.

“Yang bersangkutan karena periksanya di Jember. Kemudian kok ada gejala seperti itu, dilakukan pemeriksaan rapidnya oleh Rumah Sakit ternyata rapidnya positif,”pungkasnya.

Di lain kesempatan, Imron menerangkan bahwa positif rapid test belum tentu positif covid-19. Karena hasil swab belum keluar.

“Jadi positif rapid belum tentu positif covid. Karena hasil swab belum keluar,” kata dr Imron saat ditemui di Pendapa Bupati, Rabu (22/4/2020).

Untuk informasi, dalam pesan berantai tersebut diterangkan bahwa dua orang warga Kecamatan Tegalampel, seorang warga Wilayah Pelita, dan seorang warga Grujugan disebut positif Covid-19.(och)