Share

SITUBONDO – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-204 berlangsung meriah, Jumat (12/8/2022) malam. Ribuan masyarakat nampak memadati kawasan Alun-alun Situbondo. Mereka sangat antusias menyaksikan beraneka ragam pertunjukan. Mulai tari-tarian hingga pawai kereta kencana oleh Bupati Situbondo, Jajaran Forkopimda, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Situbondo.

Seusai mengikuti acara tersebut, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan dengan perayaan Harjakasi ke-204 ini, ia berharap rasa cinta dan bangga kepada Kabupaten Situbondo dari masyarakat bisa semakin tumbuh. “Sehingga kami harapkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan akan semakin meningkat,” ucapnya kepada awak media yang hadir.

Selain itu, pria yang akrab disapa Bung Karna ini berharap, kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Situbondo terus meningkat. “Semoga dengan kebersamaan ini semakin memupuk rasa gotong-royong, sehingga berbagai pelaksanaan pembangunan yang ada di Situbondo akan dicapai dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga : Hadiri Pelatihan Kerajinan Rotan, Ini Harapan Ketua TP-PKK Situbondo

Untuk diketahui, Pemkab Situbondo mengajak masyarakat dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kota Santri Pancasila. Sebab keberadaannya jelas merugikan negara, karena tidak ada pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari DBHCHT.

Sekedar informasi DBHCHT Pemkab Situbondo tahun 2022 sebesar Rp55.748.515.000. Yang dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang -red), pembangunan jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal. (ADV/OZI)