BONDOWOSO – Semangat di hari pertama masuk kerja ditunjukkan oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Itu menyusul setelah halal bihalal dengan bupati, Kepala Dinas PUPR Drs H Karna Suswandi, MM mengajak sejumlah stafnya untuk terjun ke lokasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik yang menjadi program prioritasnya.

Sidak di hari pertama masuk kerja setelah libur hari raya Idul Fitri, bukan pertama kali dilakukannya karena tahun sebelumnya saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pengairan juga melakukan hal serupa. Kebiasaan ini pun berlanjut saat pria yang akrab dengan nama udara ‘Adipati Karna’ menjabat pimpinan tertinggi di Dinas PUPR.

“Ini kebiasaan yang sudah biasa saya lakukan pada tahun sebelumnya. Saya ingin mengajak para staf berkerja penuh tanggungjawab dan semangat yang maksimal. Makanya, semangat itu harus ditumbuhkan sejak hari pertama masuk kerja,” ujar Karna Suswandi sebelum berangkat ke lokasi sidak.

Dari pantauan Memo Indonesia, rombongan Dinas PUPR ini melaju ke arah timur yang diikuti sejumlah staf dengan mengendarai mobil dan sepeda motor. Setengah jam perjalanan, rombongan ini tiba di Desa Pandak, Kecamatan Klabang. Ternyata, orang nomer satu di Dinas PUPR ini sidak ke pembangunan jembatan Pandak II yang masih dalam proses pembangunan.

“Sidak ini dalam rangka menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai spesifikasi. Jangan sampai masyarakat kecewa akibat buruknya kualitas pekerjaan yang dihasilkan rekanan nakal. Cari untung ya silakan saya. Tapi jangan sampai mengorbankan kualitas pekerjaan di lapangan sehingga masyarakat dirugikan,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Bupati Amin Minta Dikbud Tampung Keberatan Masyarakat Terkait FDS

 

Di bawah terik matahari yang menyengat, pria murah senyum inipun mengajak bicara para pekerja dengan memberikan motivasi agar bekerja jujur penuh amanah. Tak lupa, Karna Suswandi juga mengingatkan pelaksana proyek agar menjaga kualitas pekerjaan di lapangan. Bahkan, konsultan juga diminta agar benar-benar mengawasi pelaksanaan proyek.

“Jangan hanya menerima laporan saja sehingga tidak tahu kualitas pekerjaan di lapangan. Panitia pelaksana teknis kegiatan (PPTK, red) juga saya minta jangan terlalu percaya dengan laporan dari rekanan pelaksana dan konsultan pengawas. Harus juga turun ke lapangan mengecek pekerjaan, kalau tidak sesuai spesifikasi jangan diproses pencairannya,” tambahnya mengingatkan di hadapan para pekerja.

Karna Suswandi juga menegaskan, kalau sampai ada pekerjaan kualitasnya jelek, pihaknya akan member sanksi pengawasnya. Begitu juga sebaliknya jika kualitas pekerjaan bagus tentu akan saya berikan reward. Hal ini juga menurutnya berlaku pada rekanan yang melaksanakan proyek di Dinas PUPR.

“Beri kami kepercayaan dengan menunjukkan kualitas proyek yang bagus sesuai spesifikasi. Kalau ada proyek yang kurang bagus, tentunya kami akan bertindak tegas pada rekanan dan pengawasnya,” tegasnya.

Karna Suswandi, berharap agar seluruh rekanan betul-betul melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya dan maksimal. Sehingga kualitas pekerjaan akan bertambah baik untuk tahun-tahun berikutnya.

“Bila bertambah baik tentu saja pemerintah Pusat dan Provinsi akan terus memperhatikan Kabupaten Bondowoso agar ke depan kembali mendapatkan bantuan pendanaan,” pungkasnya.

Sidak hari ini pun dilanjutkan ke Desa Leprak, Kecamatan Klabang dengan menaiki sepeda motor. Pasalnya, akses menuju desa ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat selama proses pembangunan jembatan belum selesai. Rombongan ini melewati jalan berbatu yang membuat kendaraan roda dua terasa naik kuda.

“Jangan khwatir, hari ini jalan yang baru saja kita lewati berbatu tapi tahun ini sudah direncanakan untuk diaspal. Doakan pelaksanaannya berjalan lancar,” ucap Karna Suswandi yang wajahnya mulai dipenuhi keringat.

Di lokasi ini, Karna Suswandi memantau pelaksanaan pembungan air yang baru digarap sekitar 20%. Dari hasil sidak di lokasi ini, Karna Suswandi meminta agar rekanan melakukan perbaikan dan disesuaikan dengan spesifikasi. Pelaksana proyek yang juga berada di lokasi mengaku siap menjalankan arahan Kadis PUPR tersebut.

“Saya minta agar dibongkar dan disesuaikan dengan spesifikasi. Alhamdulilah, rekanan yang melaksanakan proyek bersedia,” pungkasnya. (ron)