Share

BONDOWOSO – Tim satgas pangan Bondowoso mulai menyisir sejumlah pasar untuk memeriksa harga beras. Ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab tingginya harga beras di pasaran yang terjadi dalam sebulan terakhir.

Suprapto, tim satgas pangan perwakilan dari Polres Bondowoso mengatakan, rencananya tim ini akan memeriksa harga beras di tiga pasar yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan dan Wonosari.
Dipilihnya tiga pasar ini karena, pasar-pasar tersebut menjadi acuan harga berbagai kebutuhan pokok.

“Karena pasar ini kan jadi acuan harga,” jelasnya.

Adhekan, Kasubag Bulog sub divre Bondowoso – Situbondo, menguraikan, selanjutnya setelah mengetahui kondisi real di lapangan, pihaknya bersama tim satgas pangan akan mencari formula yang tepat untuk menekan harga beras.

“kalau masalah Bulog seandainya disuruh menggelontorkan beras, kami siap. Disuruh gelar operasi pasar lagi saya siap. Lah wongan beras saya banyak,” ujar Adhekan.

Baca Juga : Empat Kades Diambil Sumpah, Bupati Amin Sampaikan Tiga Pesan

Sementara itu, Suhartono, Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan, Diskoperindag, menjelaskan, dari penyisiran di Pasar Induk Bondowoso ditemukan harga beras yang sebelumnya stabil ternyata menjadi tinggi.

“Sementara belum bisa menyimpulkan, karena kita masih perlu raapat lagi untuk mencari formula yang tepat. Sehingga Bulog bisa menggelontorkan beras di titik yang tepat,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, tim satgas pangan memasuki satu persatu toko beras yang ada di pasar induk. Bukan hanya menanyakan harga beras di masing-masing toko, tapi mereka pun memeriksa kondis fisik dari beras yang dijual.

Adapun harga beras di pasar Induk Bondowoso, seperti dituturkan oleh pemilk toko Pojok, Burhan, kualitas premium yakni Rp 12.500 per kilogram. sedangkan, kualitas medium yakni Rp 11 ribu per kilogram.

“Kalau naiknya sudah sejak Desember lalu itu. Kalau katanya yang masok beras itu, barangnya naik soalnya susah gabahnya,” jelasnya. (och)