JEMBER – Cuaca panas yang saat ini hal ini sangat dirasakan dampaknya oleh petani cabai di kawasan Jember selatan. Petani pun khawatir hasil panen tidak seperti yang diharapkan.

Supriyadi, petani asal desa Andongsari, Ambulu, Jember, mengungkapkan tanaman cabenya saat ini sedang mengalami kekeringan dan busuk sebelum panen. Kondisi tersebut dikarenakan tidak stabilnya cuaca yang ada saat ini.

Di sisi lain, Supriyadi juga mengeluhkan anjloknya harga cabai saat ini. Supriyadi mengatakan, beberapa hari ini tanaman Cabainya mengalami perubahan yang sangat signifikan, sebab tanaman Cabai yang ia miliki banyak yang mengering dan membusuk.

“Sekarang banyak petani yang mengeluhkan dengan cuaca saat ini,  sebab banyak tanaman mereka yang mati karena kekeringan,” ucapnya, Senin (11/9).

“Selain karena kekeringan yang menimpa tanaman cabai kita, mungkinan besar juga terkena virus atau hama yang masih belum kita ketahui. Sebab penyiraman terhadap tanaman kami sudah selalu kita imbangi dengan kondisi cuaca yang saat ini,  namun tanamannya pun juga masih ada yang membusuk, dan ini masih kita dalami apa penyebabnya selain karna faktor cuaca,” terangnya.

 

Baca Juga : Petani Keluhkan Anjloknya Harga Cabai

 

Selain mengeluhkan kondisi tanaman saat ini yang disebabkan oleh cuaca yang ekstrim, petani juga mengeluhkan anjloknya harga cabai saat ini.

“Tahun kemarin harga cabai masih di angka Rp 30 ribu. Kondisi masih lumayan menguntungkan bagi petani yang ada. Namun harga saat ini benar-benar membuat kita geleng-geleng kepala, sebab harga yang ada saat ini kisaran Rp 4 – 5 ribu per kilogram. Sedangkan biyaya lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu, dan kita terancam gagal panen,” imbuhnya.

Dirinya berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap nasib para petani cabai yang saat ini mulai resah dengan kondisi tanamannya. Selain itu juga berharap agar harga cabai bisa stabil sehingga petani yang ada masih ada yang diharapkan dari hasil pertaniannya. (mam)