BONDOWOSO – Tim satgas pangan Bondowoso turun ke sejumlah pasar tradisional untuk mengecek stok pangan, Rabu (16/5). Pasar-pasar yang didatangi di antaranya Pasar Maesan, Wonosari, Prejekan dan Induk Bondowoso.

Suhartono, Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan, Diskoperindag Bondowoso, mengatakan tim satgas pangan yang terdiri dari Bulog, Diskoperindag, dan Polisi setelah memeriksa harga dan stok di pasar-pasar tersebut, ditemukan bahwa hanya harga daging ayam dan sapi yang mengalami kenaikan. Untuk daging ayam, di pasar Wonosari terjadi kenaikan Rp 1.000 menjadi Rp 34 ribu. Sedangkan, daging sapi super mengalami kenaikan Rp 10 ribu.

“Stok mencukupi, harga sejumlah komiditi stabil. Kecuali minyak ada penurunan, telur turun Rp 1.000,” terangnya.

Baca Juga : Asyik!! Mudik Gratis Bondowoso Tambah Satu Tujuan ke Bali

Untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan yang sering terjadi jelang ramadan, Bulog Bondowoso, seperti yang disampaikan oleh Suhartono, akan melakukan operasi pasar mulai Kamis 17 Mei 2018. Rencananya, titik awal operasi pasar di Jalan Dabasah dekat SMA Negeri 2 Bondowoso hingga tanggal 9 Juni 2018. Sedangkan, operasi pasar yang akan dilaksanakan di pasar-pasar titiknya masih akan dikomunikasikan lebih lanjut.

Pantauan di lapangan, tim Satgas Pangan tiba di lokasi Pasar Wonosari langsung mendatangi satu per satu  toko. Kemudian, menanyakan harga-harga kebutuhan pokok, termasuk mendatangi lokasi penjualan daging ayam dan sapi, yang diikuti mengecek kualitas dan harganya.

Suhartono menyatakan, harga dan stok sembilan bahan pokok (Sembako) hingga menjelang bulan puasa Ramadan di kabupaten ini dipastikan masih stabil. Artinya hingga bulan Ramadan stok Sembako akan tetap ada dan mencukupi di daerah ini, hingga tidak mungkin harganya akan melambung.

Ia pun menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog, dan diperkirakan hingga akhir lebaran Idul Adha stok pangan terjamin masih cukup.(och)