Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul memberikan sambutan pada acara Festival Waisak di Atrium Tunjungan Plaza Surabaya ,Kemarin.

Surabaya – Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf berharap melalui Festival Waisak atau Vesak Festival 2017 bisa menyatukan perbedaan sebagai satu kekuatan untuk kemajuan Indonesia.

“Kaum muda Buddhist mencoba berkontribusi untuk menyatukan segala perbedaan,” ujar Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Vesak Festival 2017 di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, tadi siang.

Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan, kaum muda Buddhist ingin menyajikan pameran agar diketahui masyarakat dan di dalamnya terdapat pesan-pesan perdamaian.

“Intinya adalah ingin perbedaan yang ada ini dilihat sebagai sesuatu pemberian Tuhan. Yang kemudian menjadi modal untuk membangun Indonesia di masa mendatang,” katanya.

Gus Ipul berharap agar seluruh bangsa Indonesia bisa merawat kebhinekaan, merajut kerukunan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Harapannya, kerukunan dan kebersamaan tetap terjaga,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Vesak Festival 2017 Gondo Wibowo menjelaskan Vesak Festival 2017 menggunakan rotan sebagai bahan utama diorama. Pemilihan tersebut berdasarkan ciri khas rotan yang dapat memberikan kesan hangat sesuai dengan tema ini. Rotan juga merupakan bahan naturan yang ramah lingkungan, namun untuk dapat membentuk anyaman rotan Buddha bukanlah proses yang mudah.

“Kami bekerja sama dengan pengrajin lokal yang memahami seluk beluk rotan dan memiliki nilai seni yang tidak kalah dari pengrajin mancanegara,” jelasnya

Ditambahkannya, ketika pengunjung melihat Buddha rupang dari rotan, bisa menjadi ajang momentum bangkitnya seni rotan yang khas nusantara.

Gus Ipul membunyikan lonceng sebagai tanda dimulainya festival Waisak 2017 di Atrium Tunjungan Plaza Surabaya Kemarin.

“Melalui Vesak Festival 2017 ini dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan dan kebanggaan akan hasil karya dalam negeri,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Young Buddhist Association (YBA) kembali menyelenggarakan Vesak Festival untuk ketiga kalinya. Pameran Waisak terbesar di Jatim ini diselenggarakan 10-14 Mei 2017. Vesak Festival kali ini mengangkat tema Unconditional Love untuk mengingat dan meneladani cinta kasih Buddha kepada semua makhluk.

Selain menampilkan diorama, aksi nyata “Unconditional Love”, pengunjung akan dihibur dengan pertunjukkan seni dan budaya seperti Flashmob Meditation, pertunjukkan wayang potehi yang menceritakan kisah Legenda Kera Sakti, penampilan Kemung dan Surabaya Chinese Orchestra, serta persembahan anak sekolah minggu dari beberapa Vihara terkemuka di Surabaya. Pameran ini juga mendatangkan relik Sang Buddha.(sga)