Share

 

SURABAYA -Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri tiba di Surabaya dengan mendarat di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 11.30 WIB, Senin (11/9). Megawati disambut beberapa tokoh diantaranya Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Bupati Banyuwangi Azwar Anas dan Mantan Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan, beberapa tokoh sengaja menjemput Megawati sebagai upaya untuk menampilkan pertemuan guna merawat persaudaraan dan semangat gotong royong.

“Persaudaraan atas dasar kemanusiaan, persahabatan, merupakan hal yang sangat penting. Meskipun dalam aspek Politik seringkali berbeda. Tapi perbedaan itu jangan sampai melunturkan semangat gotong royong dan persaudaraan. Itulah yang akan ditampilkan dalam pertemuan ini,” katanya disela-sela menjemput Megawati.

Kehadiran Dahlan Iskan dalam pertemuan dengan Megawati, menurutnya karena Megawati dan Dahlan Iskan memiliki ikatan persaudaraan yang kuat sejak lama.

“Dulu saat Dahlan Iskan melakukan operasi ganti hati, Megawati memberikan support,” ujarnya.

Soal kriteria calon yang akan diusung, Hasto memberikan sinyal bahwa calon yang akan diusung berasal dari Nahdlatul Ulama dan DPP PDI Perjuangan telah menugaskan Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah untuk menemui tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama di Jatim.

“Untuk calon PDI Perjuangan di Jatim harus berpijak kuat kepada akar Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga mempunyai hubungan sangat baik dengan PDI Perjuangan sesuai dengan amanah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan,” tegasnya.

 

Baca Juga : Gus Ipul : Orang Tua Harus Dampingi dan Bimbing Anak Agar Siap Bersaing

 

Disaat Ahmad Basarah berkeliling Jatim, dikatakannya para Kiai telah berkirim surat untuk Megawati. “Pak Ahmad Basarah melaporkan ada oleh-oleh dari para Kiai, masukan-masukan yang disampaikan dalam amplop tertutup untuk Ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.

Sementara itu, Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul mengatakan bahwa bertemu dengan Megawati Soekarnoputri di Bandara Juanda Surabaya itu sama sekali tidak membicarakan Pilkada, hanya membincangkan beberapa hal yang menarik.

“Ada cerita waktu beliau masih menjabat presiden atau wakil presiden saat itu, mencoba membebaskan lahan Cipularang melibatkan RT, RW. Dan itu lebih cepat. Bagi saya, pesannya, pembangunan itu harus melibatkan komunitas terbawah, di RT, RW, supaya permasalahannya bisa terpetakan dengan benar,” kata pria yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jawa Timur ini.

Ketika ditanya, menurutnya siapa yang pantas mendampingi dirinya maju Pilgub Jatim 2018, ia mengatakan bukan kapasitasnya untuk berbicara saat ini, hal tersebut masih dibahas oleh partai-partai yang akan mengusungnya.

“Saya tidak dalam kapasitas menjawab hal ini. Tapi yang jelas, nama-nama yang muncul di berbagai kesempatan, di media-media, itu semua orang-orang yang bagus dan layak dalam hal kapasitas, untuk menjadi calon gubernur atau calon wakil gubernur,” ujarnya.

Untuk saat ini, ditambahkannya, lebih fokus pada proses partai-partai yang akan mengusungnya, yang sedang mematangkan koalisi.

“Saya tidak berani berandai-andai,” pungkasnya.

Dari pantauan Memo Indonesia di lapangan, rombongan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama para tokoh termasuk beberapa kepala daerah Jawa Timur makan siang bersama di Kediaman Wali Kota Surabaya, di Jalan Sedap Malam, Surabaya. Namun, pertemuan makan siang ini tertutup bagi wartawan. Petugas protokol tidak mengizinkan awak media memantau seperti apa suasana yang berlangsung saat makan siang.

Sesuai agenda yang telah tersusun, Megawati Soekarnoputri bersama rombongan setelah makan siang bertolak ke Kebun Bibit Wonorejo. Kebun Bibit Wonorejo tersebut dirancang dalam alam pikir bersama antara Megawati dan Tri Rismaharini dan juga aktivitas Megawati sebagai Pembina Yayasan Kebun Raya Indonesia.(sga)