Share

SURABAYA – Guna menghadapi merosotnya wibawa Negara, lemahnya sendi perekonomian bangsa, hingga persoalan intoleransi dan krisis kepribadian bangsa, maka sangat diperlukan adanya revolusi mental. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, dalam seminar memperingati lahirnya Pancasila di Gedung Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, Jumat (2/6).

Saat era Presiden Soekarno, kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini bahwa revolusi mental sebagai gerakan hidup baru yang bertujuan tidak hanya menanamkan rasa percaya diri pada diri sendiri dan kemampuan sendiri.

“Tapi juga menanamkan optimisme dan daya kreatif dikalangan rakyat dalam menghadapi rintangan dan kesulitan-kesulitan bermasyarakat dan bernegara,” jelasnya.

 

Baca Juga : Gus Ipul Akan Diusung PDIP Jadi Bacagub dalam Pilgub Jatim 2018?

 

Oleh karena itu, Gus Ipul menambahkan, revolusi mental yang di dalamnya terdapat nilai integritas, kerja keras dan gotong royong menurutnya sangat penting bagi pemuda. Ini karena pemuda saat ini menempati posisi strategis, baik sebagai pelaku pembangunan maupun penerus pembangunan di masa datang. “Pemuda adalah simbol idealisme, semangat dan cita-cita sebuah bangsa,” ujarnya.

Gus Ipul lebih lanjut mengatakan, lewat pemuda dengan pijakan akhlak harus mampu mengembangkan kreativitas, berwawasan keilmuan, serta berjiwa pemimpin berkarakter jiwa Pancasila, hal itulah yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan ekonomi dan informasi, yang sudah tak lagi mengenal batas negara.

“Rasa nasionalisme itu terselip dalam jiwa muda yang selalu bergolak sebagai Kepemimpinan Masa Depan yang Ideal,” pungkasnya. (sga)