SURABAYA – Pendidikan diniyah kian penting dalam menyiapkan generasi penerus yang berkualitas di masa depan. Karena selain mengajarkan pendidikan formal, pendidikan diniyah juga mengajarkan nilai-nilai agama yang kuat. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Haul Masyayikh Ke-VI Ikatan Alumni dan Simpatisan Darut Tauhid di Pondok Pesantren Darut Tauhid Panggung, Kabupaten Sampang, Minggu (21/5).

“Hal ini sangat sesuai karena perubahan zaman menuntut seseorang tak hanya pintar tapi juga beretika, berakhlak dan bermoral,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul-sapaan lekat Wagub Jatim, di Madrasah Diniyah pendidikan formal tetap jalan tetapi nilai agama juga terus diperkuat. Ini penting, kita ingin anak-anak cerdas menurut Allah SWT. Serta mampu mencetak generasi kuat, yang tidak mudah putus asa.

“Pemprov Jatim terus melakukan penguatan madrasah diniyah,” ujarnya.

Sebagai seseorang yang turut mengalami kehidupan Pondok Pesantren, lanjutnya, ada tiga hal yang membuat seseorang memilih pendidikan diniyah, yaitu karena ilmunya, pengasuh, serta alumni. Gus Ipul berharap agar para alumni mampu berperan penting baik bagi pondok maupun masyarakat.

“Saya berharap, alumni Ponpes darut tauhid mampu menjadi teladan bagi yang lain. Hubungan pesantren dengan alumni tidak akan putus karena alumni menjadi bagian dan menjadi wajah depan dari pesantren. Apabila alumni ponpes bisa mengabdi di tengah masyarakat dengan baik, maka ikut mendorong kemajuan di masyarakat,” harapnya.

 

Baca Juga : NU Surabaya Tolak Tempat Hiburan Beroperasi di Bulan Ramadhan

 

Peran alumni untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dinilai penting. Pada momen itu pula, Gus Ipul memberikan gambaran kondisi masyarakat dan upaya Pemerintah Provinsi. Menurutnya, pekerjaan rumah saat ini adalah soal kesenjangan sosial, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Bersama Pak Gubernur, diminta kabupaten dan kota menyusun rencana pembangunan sampai tingkat keluarga.

“Yang diperbaiki infrastruktur dan layanan dasar, diantaranya rumah tidak layak huni harus punya air bersih dan sanitasi. Kemudian, layanan dasar yakni layanan pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.

Gus Ipul menambahkan, rasa syukurnya untuk senantiasa terhubung silaturahminya dengan kyai dan ulama. “Saya bisa seperti ini karena kyai-kyai dan ulama. Doa dan restu para kyai dan ulama yang membuat saya seperti ini Saya doakan kyai dipanjangkan umur dan diberikan kesehatan,” pungkasnya. (sga)