Share

SURABAYA – Bagi penyelenggara umroh dan haji jika ingin terus dipercaya oleh masyarakat, hendaknya terus mengutamakan pelayanan kepada jamaah dengan baik.Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf usai membuka Musyawarah Kerja 1439 H Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji International Travel Mart (Hitmart) di Surabaya, kemarin.

Gus Ipul sapaan akrabnya mengatakan, penyelenggara umroh dan haji yang terus meningkatkan pelayanan dan memudahkan para jamaah yang akan pergi ke tanah suci akan jadi pemenang dalam persaingan usaha.

“Siapa yang efisien akan jadi pemenang. Terutama mereka yang bergerak di bidang jasa haji dan umroh seperti hotel, maskapai hingga pengadaan makanan atau catering,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan data dari Kemenag, setiap tahun jumlah jamaah haji dan umroh di Jatim terus meningkat. Kondisi itu dan rata-rata, terdapat 9 penerbangan setiap minggunya mampu melayani rute dari Surabaya menuju Jeddah dengan kapasitas 400 orang setiap keberangkatannya.

“keinginan dan kesadaran masyarakat untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT sangat kuat sekali,” ujarnya.

Dijelaskannya, kondisi tersebut bisa dilihat hanya satu maskapai. Akan tetapi, jika terdapat sembilan maskapai, bisa kita hitung besarnya potensi usaha jasa pada sektor ini. Belum lagi, jika ditambah jamaah dari luar yang ingin berangkat melalui Jatim. Berarti terdapat sekitar belasan ribu jamaah yang terbang ke tanah suci. Untuk itu, tidak ada cara lain kecuali bekerja keras meningkatkan kualitas dan mengutamakan pelayanan terbaik kepada jamaah.

“Jika penyedia dan penyelenggara umroh dan haji sudah memberikan pelayanan dengan baik, saya yakin setiap tahun jamaahnya akan terus bertambah. Akan tetapi jika itu tidak dilakukan maka akan tertinggal oleh kompetitor lainnya,” jelasnya.

 

Baca Juga : Gus Ipul Tutup MTQ Tingkat Provinsi di Pasuruan

 

Disinggung, awak media sesuai acara, mengenai penipuan travel umroh dan haji yang membuat masyarakat rugi, Gus Ipul berharap agar pelaku untuk dihukum setimpal. Alasannya, tidak amanah dalam mengelola dana ummat yang ingin beribadah.

“Jika dirasa perlu dan merugikan banyak jamaah,ijin travelnya bisa dicabut dan dibekukan oleh pemerintah,” jelasnya.

Gus Ipul juga memberi apresiasi kegiatan musyawarah dan digelarnya pameran penyelenggaraan umroh dan haji di Surabaya. Kegiatan ini, mampu menghadirkan bisnis to bisnis antar penyedia jasa hotel dengan asuransi, pihak bank dengan calon jamaah, katering dengan penginapan dan masih banyak lainnya.

Sementara itu, Ketua Hitmart H. Ali Amin mengatakan, bahwa Hipmart ini bertujuan untuk mengakomodasi setiap anggotanya dengan mengenalkan sekaligus mempertemukan kepada sponsor, pengusaha, katering, hotel hingga maskapai penerbangan umroh dan haji.

“Di tempat inilah mereka berinteraksi dan saling bertransaksi,” katanya.

Ditambahkannya, melalui kegiatan ini juga merumuskan agenda dan menyusun agenda kerja untuk tahun mendatang.

“Semoga dalam acara kita menemukan hal yang positif sehingga Hipmart dapat memberi sumbangsih positif dan menjadi tumpuan banyak pihak terutama bagi penyelenggara umroh dan haji di Indonesia,” pungkasnya. (sga)