SURABAYA – Hadir disebuah majelis mendatangkan berbagai keuntungan bagi umat, diantaranya ilmu yang bermanfaat, serta menjadikan hidup lebih barokah. Hal ini disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat Pembacaan Dzikir Rotibul Haddad dan Sholawat Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Darut Muttaqin, Dusun Kanigoro, Keboharan, Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (26/5).

Gus Ipul mengatakan, majelis senantiasa diisi oleh tausiah dari orang yang kompeten di bidang agama seperti kyai, ulama, ustadz, atau pemuka agama lainnya. Lewat tausiah itu, kita dapat menambah ilmu yang benar, tepat, dan valid yang sesuai dengan kitab suci Al-Qur’an dan ajaran agama.

“Barang siapa yang senang menambah ilmunya, maka dia akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Dengan hadir di majelis, Insya Allah ilmu kita bertambah dan derajat kita akan diangkat,” katanya.

 

Baca Juga : Gus Ipul : Keluarnya Surat Kiai Sepuh Menunjukkan NU Kompak

 

Lewat ilmu itulah, lanjut Gus Ipul, umat jadi mengerti mana yang benar dan yang salah, sehingga diharapkan tidak “gagal paham” saat menerima informasi. Hal ini tentu berguna di era serba teknologi seperti sekarang dimana banyak sekali berita palsu (hoaks) yang beredar, terutama berita SARA yang berpotensi memecah belah umat.

“Belajar ilmu itu harus dari orang yang tepat. Contohnya jika ingin jadi petani ya harus tau ilmu bertani, caranya dengan menempuh sekolah pertanian. Termasuk jika kita ingin jadi orang yang mengerti agama harus tau ilmu agama. Belajarnya tentu dari kyai, ustad, dan ulama lewat majelis seperti ini,” ujarnya.

Lebih jauh Gus Ipul menjelaskan, melalui ilmu yang didapat dari majelis, kita akan dituntun, diajak, dan dididik untuk menjalani hidup dengan lebih barokah. Baik itu secara perilaku, cara membina keluarga yang islami, usaha mencari rejeki, dan lainnya. Barokah adalah kunci menjalani hidup dengan bahagia.

”Banyak orang kaya tapi tetap saja merasa kurang, ini artinya hidupnya tidak barokah. Orang yang barokah adalah orang yang senantiasa bersyukur atas apa yang dimiliki, dan konsisten mencari rejeki dengan cara yang halal. Sehingga hidupnya tenang, bahagia, dan berkecukupan,” jelasnya.

Jika kehidupan pribadi kita sudah barokah, Gus Ipul menambahkan, tentu ini akan berimbas positif bagi lingkungan sekitar, kemudian lingkungan yang baik menjadikan suasana kabupaten/kota di Jawa Timur yang baik, dan jika suasana Jatim baik, maka akan menginspirasi seluruh Indonesia agar baik pula.

“Dengan kata lain, hadir di majelis ini bisa menjadikan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tenang, baik, aman, dan nyaman. Itulah yang menjadi modal utama kita untuk melakukan pembangunan, dan pembangunan yang berjalan dengan lancar dan sukses akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (sga)