Share
Gus Ipul Menyampaikan Sambutan Pada Acara Halal Bihalal Muslimat NU Cab Babat di Pendopo Kelurahan Babat

SURABAYA – Semua kejayaan yang diterima saat ini adalah berkat ridho dan pertolongan Allah SWT semata, oleh karena itu pemerintah harus terus meminta pertolongan Allah melalui kebijakan yang dibuat. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri acara Halal Bi Halal Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul ulama(NU) Anak cabang Babat di Pendopo Kelurahan Babat, Lamongan.

Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan, salah satu langkah konkrit yang dibuat sejak kepemimpinannya dengan Gubenur Jatim, Soekarwo yakni telah berhasil menutup 47 lokalisasi yang ada di Jatim pada tahun 2016 lalu.Termasuk lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yang berada di Surabaya yaitu Dolly.

“Penutupan lokalisasi-lokalisasi ini tidaklah mudah, kami harus terus melakukan negosiasi dan koordinasi dengan semua kabupaten/kota. Selain itu kami juga terus melibatkan para ulama dan kyai utamanya kyai NU dalam mensukseskan program tersebut,”  jelasnya.

 

Baca Juga : Risma Lantik 11 Pejabat di Posisi Baru

 

Gus Ipul juga menyampaikan tentang manfaat kegiatan manakib seperti yang digelar pada hari itu. Selain untuk belajar tentang sejarah rasulullah Muhammad SAW, tapi juga agar bisa terus sambung bersambung hingga Rosulullah. Manakib ini penting dilakukan karena sesungguhnya Rasul sangat sayang pada umatnya yang meski belum pernah bertemu tapi tetap beriman padanya.

“Manakib adalah salah satu cara untuk mengingat rasulullah, semoga kumpulnya ini bisa menjadi media penghubung kita kepada Nabi Muhammad dan kita semua bisa mendapat syafaatnya,” tukasnya.

Gus Ipul mengingatkan kepada seluruh warga NU agar selalu mengedepankan rasa cinta tanah air. Disampaikannya, dulu para kyai NU menciptakan Nahdlatul Waton dengan tujuan untuk berada di garis terdepan jika ada yang mengancam keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya walaupun memiliki suatu agama namun keberadaannya tidak diakui dalam suatu negara akan menjadi percuma.

“Kita patut bersyukut berada di Indonesia, karena kedamaian dan kenyamanan kita dalam beribadah dijamin oleh negara. Karenanya memperjuangkan NKRI merupakan hal wajib bagi kita semua,” pungkasnya. (sga)