Share

SURABAYA – Semakin kreatif, ludruk masih sangat cocok dengan situasi dan kondisi saat ini, apalagi kalau mau memanfaatkan teknologi. Seperti film hasil karya sutradara Mas Maimura bersama Ketua Dewan Kesenian Jatim Taufik Monyong ini telah memberikan warna lain dalam kesenian ludruk.Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf di gedung Cak Durasim, Surabaya, Rabu (6/9).

Menurut Gus Ipul sapaan akrabnya, menghidupkan ludruk sebagai bagian dari kesenian istimewa. “Saya sebut kesenian istimewa karena ludruk hanya ada di Jawa Timur dan sulit ditiru. Saya bangga dengan PARFI Jawa Timur,” ujarnya

Ditambahkannya, ludruk sebagai alat perjuangan melawan penjajah. Ludruk sarat dengan kritik, pesan-pesan moral dan sarat dengan kampanye untuk membuat bangsa Indonesia lebih semangat untuk melepaskan diri dari penjajahan.

 

Baca Juga : Gus Ipul : Alumni Lemhanas Harus Kuatkan Pancasila di Masyarakat

 

“Memang dalam perkembangannya tidak mudah untuk menghidupkan ludruk dibanding menghidupkan wayang kulit.Setelah generasi Kartolo cs masih sulit untuk mencari generasi penerus ludruk, meskipun sudah banyak kalangan yang terus menerus berusaha melakukannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PARFI Jatim Wira Lina mengatakan, kalau dulu, kesenian ludruk hanya dipentaskan di panggung. Untuk pertama kalinya PARFI Jawa Timur berinovasi, dengan mengkolaborasikan kesenian ludruk dan film. Dalam film ini menceritakan, srikandi-srikandi nusantara pemberantasan Narkoba di Jatim.

“Saya berharap agar seluruh pihak memberikan dukungan dan membantu per-film-an Jawa Timur supaya lebih inovatif,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan itu Hj Fatma Saifullah Yusuf, Dahlan Iskan beserta isteri, Ketua PWI Jatim Akhmad Munir, dan pecinta seni lainnya.(sga)