SURABAYA – Indonesia sering dipuji negara lain dalam menjaga harmoni dan kebhinekaan, karena dipersatukan oleh Pancasila. Untuk itu diharapkan alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) bisa menguatkan kembali ideologi ini di tengah-tengah masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri pengukuhan dan pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Komisariat Provinsi (Komprov) Jatim masa bakti 2017-2022 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Gus Ipul, sapaan lekat Wagub Jatim mengatakankan, selain menguatkan ideologi, yang tak kalah penting adalah menumbuhkan kembali budaya musyawarah di tengah-tengah masyarakat. Bagaimana masyarakat menggunakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah.

“Setiap daerah pasti punya potensi konflik. Ini tantangan serius bagaimana kita menyelesaikan dengan musyawarah, ini ciri khas kita,” katanya.

Kepada pengurus yang baru saja dilantik, Gus Ipul menyampaikan selamat dan apresiasinya. Menurutnya pelantikan ini sebagai energi baru dalam rangka berkontribusi meningkatkan ketahanan daerah, yang pada akhirnya untuk nasional. “Selamat dan sukses,” pungkasnya.

 

Baca Juga : Lantik Walikota Madiun, Pakde Karwo Ingatkan Akuntabilitas Anggaran

 

Sementara itu, Ketua Umum IKAL, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengatakan ada dua keyakinan yang harus dipegang oleh IKAL, pertama, mayoritas masyarakat masih menginginkan bangsa ini tetap kukuh dalam menjaga keutuhan NKRI. Terlebih saat ini Indonesia masuk dalam masa transisi.

“Kita belum ada di kondisi yang kita inginkan, ini masa transisi menuju era yang kita dambakan. Masa transisi seperti ini sangat sensitif dan rawan, tinggal bagaimana bangsa ini bisa melewatinya. Ada bangsa yang bisa melewati dan berhasil, ada yang gagal hingga akhirnya terpecah belah,” katanya.

Keyakinan kedua, dijelaskannya, adalah di negara ini tidak akan pernah ada Presiden dan pimpinan yang menginginkan rakyatnya sengsara. Maka tugas IKAL untuk memberi masukan dan solusi kepada pemerintah agar mengetahui benar suatu masalah. “Tentunya dengan cara elegan dan penuh etika,” ujarnya.

Agum mengingatkan anggota IKAL harus bersikap netral sebagai suatu kelembagaan. Akan tetapi, sebagai individu, setiap orang memiliki hak pilih. Perbedaan memilih ini harus selesai saat pilkada dan pilpres tersebut usai, untuk kemudian menerima apapun hasil putusannya. “Ini bagian dari proses demokrasi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui,Pengurus IKAL Komprov Jatim masa bakti 2017-2022 ini dilantik berdasarkan Surat Keputusan Ketua IKAL Nomor 12 Tahun 2017 tanggal 16 Agustus 2017 tentang pengukuhan dan pelantikan pengurus IKAL Koprov Jatim. Pengurus ini dilantik langsung oleh Ketua Umum IKAL. Beberapa pengurus IKAL Komprov Jatim yang dilantik diantaranya Ketua Komprov Rachmat Harsono, MBA, sekretaris jenderal drg. Handari Y, M. KEs,bendahara Arif Budiman. Turut hadir dalam acara ini Bupati Sidoarjo, Wakil Bupati Ponorogo, Wakil Bupati Ngawi, Konjen Tiongkok, Konsul Maroko, dan Konsul Filipina. (sga)