SURABAYA – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dimutasi. Mereka diganti dengan beberapa pertimbangan diantaranya karena pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, seluruh program Pemprov Jatim selama ini berjalan baik meskipun ada krisis ekonomi. Hal ini dilihat dari pertumbuhan ekonomi Jatim dan keuntungan jual beli barang yang terus naik. Namun masalah penurunan kemiskinan masih menjadi persoalan.

“Ini yang sedang dicek apakah kemiskinan karena masalah struktural atau kultural. Kemiskinan kultural karena pendidikan dan kesehatan kurang bagus,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim usai mengambil sumpah janji, pelantikan dan serah terima jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di Gedung Negara Grahadi, Jumat (2/6).

Menurutnya, para pejabat yang menempati posisi baru akan dapat melaksanakan tugas dan bertanggung jawab dengan baik.

“Saya percaya para pejabat di posisi baru akan melaksanakan tugas dan bertanggung jawab sesuai amanah,” ujarnya.

Dijelaskannya, tidak sedikit langkah yang harus dilakukan agar Pemerintah hadir dan selalu berperan, salah satunya mendesain pembiayaan bukan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau ingin maju, lakukan langkah yang menghasilkan, khususnya dari jasa sehingga harus menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” jelasnya.

Pakde Karwo mengusulkan pada Gubernur periode berikutnya untuk mengembangkan konsep ekonomi syariah. Salah satunya dengan mendorong masyarakat menyalurkan uangnya melalui lembaga keuangan mikro syariah seperti Bait Maal wat Tamwil (BMT), untuk kemudian dijembatani ke industri jasa keuangan. Menurutnya, saat ini ada sekitar 327 triliun rupiah uang masyarakat Jatim yang belum masuk ke industri jasa keuangan.

 

Baca juga : Jatim Destinasi Pariwisata Dunia

 

“Ini harus dilakukan agar uang masyarakat jadi usaha yang produktif, kalau disimpan di bantal saja menjadi konsumsi, untuk beli motor dan sebagainya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, beberapa pejabat baru eselon II yang dilantik kali ini berjumlah 12 orang, Antara lain, Dr. Mas Purnomo Hadi, MM sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, I Made Sukartha sebagai Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Jatim, Setiajit, SH, MM, Adi Wirachjanto sebagai Kepala Direktur RSU Haji Surabaya, Kepala Biro Umum Setdaprov Jatim, Drs. Ashari Abubakar, MM, Dewi Juniar Putriatni sebagai Staf Ahli Gubernur dan Gentur Prihantono juga sebagai Staf Ahli Gubernur.

Kemudian, Gatot Gunarso sebagai Kepala Bakorwil Bojonegoro, Aris Mukiyono sebagai Kepala Biro Perekonomian, Asyari Abubakar sebagai Kepala Biro Umum, Sri Agustina Ariandani sebagai Direktur RS Jiwa Menur sertaHerlin Ferliana dan Endang Prabarwati sebagai Wakil Direktur RSU Haji Surabaya. Sedangkan pejabat administrator Eselon III yang dilantik kali ini berjumlah 44 orang.

Pada kesempatan sama, juga dilakukan pemberian kenang-kenangan berupa penyematan cincin oleh Gubernur kepada beberapa pejabat yang memasuki masa purna tugas.Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf beserta seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan kerja Pemprov Jatim.(sga)