Share

BONDOWOSO – Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir menggowes sepedanya dari Wisma di Jl. Kis Mangun Sarkoro hingga desa Mengok, Kecamatan Pujer atau sekitar lima kilometer, Jum’at (16/1).  Aktivitas ini rutin dilakukan setiap hari Jum’at dengan lintasan lokasi yang berbeda-beda. Selain untuk menjaga kesehatan, hal tersebut dilakukan sekaligus untuk menjaring berbagai aspirasi masyarakat.

Pantauan di lapangan, Ahmad Dhafir tanpa iringin pengamanan mengayuh sepedanya dan beberapa kali  berhenti karena banyak warga yang ingin bersalaman, berbincang langsung maupun hanya sekedar beswafoto (selfie). Moment ini pun Ia manfaatkan untuk memberikan wawasan kebangsaan.

Saat berhenti di desa Kejayan, Kecamatan Pujer, contohnya, Ahmad Dhafir mampir ke salah satu rumah warga. Banyak warga meminta untuk berfoto bersama bahkan “curhat” pada laki-laki yang telah menjabat sebagai Ketua DPRD selama tiga periode itu.

 

Baca Juga : Amin Said Husni: Semoga Dhafir-Dayat Diberi Kemudahan oleh Allah

 

Menariknya, sebelum Ia melanjutkan gowes, segerombolan pelajar SD datang menemuinya untuk bersalaman. Spontan, Ahmad Dhafir mengajak mereka untuk “bermain” kuis wawasan kebangsaan berhadiah. Siapa pun pelajar yang rata-rata berusia 7 – 8 tahun itu bisa memenuhi tantangan, maka akan mendapatkan hadiah uang tunai. Tantangan yang diberikan pun sederhana, seperti contohnya siapa yang hafal Pancasila, siapa yang bisa menyanyi garuda pancasila, maupun siapa yang hafal shalawat nariya.

Di tengah-tengah riuh rendah gelak tawa pelajar-pelajar memenuhi tantangan tersebut, tampak seorang anak kecil berusia lima tahun bernama Alib berlari mendatangi Dhafir. Usai bersalaman, anak tersebut mengatakan bahwa dirinya hafal pancasila dan ingin mendapat hadiah dari Dhafir. Hal tersebut mengundang tawa puluhan warga yang hadir. Hebatnya, Alib dengan mengenakan kaos berwarna hitam, tanpa diberitahu langsung menyebutkan pancasila lengkap dengan sangat lantang.

Ahmad Dhafir mengatakan, hal semacam ini sering dilakukan spontan tanpa ada rencana. Karena menurutnya, menanamkan wawasan kebangsaan ini menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Bondowoso, termasuk dirinya.

“Karena bagaimana pun juga sejak dini kita harus menanamkan wawasan kebangsaan,” ujarnya. (och)