Share

BONDOWOSO – Sebanyak 23.714 orang usia produktif, 25 – 45 tahun, di Bondowoso akan menjadi calon warga belajar dalam Gerakan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Desa (Getar Desa) tahun ajaran 2017/2018. Rinciannya, paket A yakni 1.803 atau 102 kelompok, Paket B sebanyak 13.583 atau 499 kelompok, dan Paket C berjumlah 6.006 orang atau 280 kelompok. Tenaga pengajar atau tutor yang terlibat sebanyak 4.201 orang dari PGRI.

Calon warga belajar ini merupakan masyarakat yang memiliki persoalan, seperti warga yang tidak bisa sekolah di pagi hari karena bekerja, atau mereka yang usianya lebih dari usia sekolah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Endang Hardiyanti, usai acara Launching Getar Desa di Pendapa, Senin (17/7).

Dia menjelaskan warga belajar ini akan memperoleh pendidikan non formal yang telah disiapkan dalam Getar Desa ini. Dan dia memastikan bahwa pendidikan non formal dalam gerakan ini diakui atau setara dengan pendidikan formal. Gerakan ini merupakan gerakan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah.

 

Baca Juga : Bupati Amin Launching Getar Desa

 

Menurut Endang, tujuan dari gerakan ini yakni meningkatkan kualitas SDM. Dengan indikator semakin tinggi pendidikannya, maka semakin tinggi kualitasnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk pendidikan di Bondowoso yang menjadi tolak ukurnya adalah rata-rata lama sekolah. Sementara berdasarkan data yang diperoleh dari TNP2K, bahwa angka rata-rata lama sekolah, untuk usia 25 tahun ke atas di Bondowoso yakni 5,57 tahun. Artinya kalau dirata-rata penduduk Bondowoso masih banyak yang buta huruf, dan ada yang belum tamat SD.

“Kita ingin tingkatkan ini, inginnya bisa tujuh lah (angka rata lama sekolah). Sekaligus ini meningkatkan IPM Bondowoso, yang ujungnya adalah menanggalkan predikat Bondowoso Kabupaten Tertinggal,” pungkas Endang. (och)