Share

BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni melaunching program Gebrak Meja (Gerakan  Bersama Masyarakat dan Karyawan Mengendalikan Jentik Aedes) di Pendapa Bupati, Selasa (27/2). Program ini merupakan inovasi dari dinas Kesehatan Bondowoso dalam rangka menekan angka kesakitan akibat jentik Aedes aegypti.

Berdasarakan data Dinas Kesehatan Bondowoso, sebelum dilaunchingnya program ini, terlebih dahulu dilakukan percontohan di dua kecamatan. Yakni, kecamatan Tamanan dan Bondowoso pada tahun 2017. Dari pilot project di dua kecamatan tersebut, telah tercatat berhasil menurunkan 50 persen angka kesakitan akibat jentik Aedes aegypti.

Bupati Amin Said Husni mengatakan setelah berhasil di dua kecamatan itu program ini pun akan direalisasikan ke seluruh kecamatan dan desa/kelurahan di Bondowoso Republik Kopi ini. Ada pun realisasinya akan melibatkan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik), termasuk masyarakat dan karyawan, yang nantinya bernama Karmantik, Trimantik, Wamantik. Artinya, Gebrak meja ini dilakukan secara kolaboratif bersama-sama seluruh unsur masyarakat.

“Mudah-mudahan seperti itu pula minimal yang bisa kita tekan dari seluruh kecamatan di Bondowoso,” paparnya.

Lebih jauh Ia menjelaskan, di dalam pelaksanakn program ini sedikitnya ada empat hal yang perlu menjadi perhatian. Di antaranya, memperkuat tim Pokjanal PSN DBD di setiap tingkatan. Selain itu, perlunya melakukan advokasi berjenjang mulai dari tingkat desa. Termasuk melatih warga untuk menjadi jumantik di rumahnya sendiri. Sehingga gerakan Satu Rumah Stau Jumantik ini betul betul efektif.

“Bukan hanya hitam di atas puutih tetapi betul-betul operasional di lapangan. Di sini sekali lagi peran kepala desa dan Pak Lurah itu menjadi sangat penting,” jelasnya.

Baca Juga : PWI Bondowoso Akan Jadi Mitra Kritis Pembangunan Daerah

Kemudian, yang ketiga yakni pentingnya melakukan pemantuan minimal satu minggu satu kali agar gebrakan yang dilakukan ini betul-betul efektif dan dapat dijaga kontinuitasnya.

“Dan secara terprogram juga kita lakukan Monev, untuk melihat perkembangan keberhasilan program ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar Ari Santoso, usai acara launching mengatakan, Gebrak meja ini menjadi salah satu promotif dan preventif untuk mencegah penyakit demam berdarah.

“Alhamdulillah ternyata gerakan ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, dan dari angkanya ada keberhasilan penurunan kasus demam berdarah di Bondowoso,” ujarnya.

Ia pun mengaku bahwa dulunya Bondowoso menjadi salah satu kabupaten yang angka DBD cukup tinggi. Namun, setelah adanya gerakan ini menurun hingga 50 persen.

Tampak hadir dalam acara Launching Gebrak Meja tersebut, di antaranya, Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansya Zeinardi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso M. Imron, Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Bondowoso Angung Trihandono, sejumlah Kepala OPD, serta semua Camat dan kepala Desa / Lurah se-Kabupaten Bondowoso. (och)