Share

 

PROBOLINGGO – Pelaksanaan event Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) yang akan dibuka Senin (28/8) malam lalu menuai protes dari sejumlah kalangan.

Menurut Buchori Muslim, warga Mayangan Kota Probolinggo, acara Semipro akan mengganggu kegiatan ibadah shalat Idul Adha.

“Sangat jelas event tersebut mengganggu ibadah shalat Idul Adha di Masjid Raudlatul Jannah yang dekat dengan Alun-Alun, sebab di situ banyak sekali tenda,” keluhnya saat dimintai keterangan awak media Jumat (1/9) pagi.

Protes Buchori ditunjukan dengan warga mau shalat tadi pagi harus mengalah dengan tenda Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Bisa dilihat sendiri, tadi jalan sudah dipenuhi PKL, terus warga yang ibadah harus mencari tempat, yang disebelahnya ada orang tidur, ya masak khusyuk ibadahnya,” katanya kepada Memo Indonesia.

Diungkapkan lagi, kata Buchori, memang boleh acara Semipro dipusatkan di alun-alun kota. Namun pengaturan jalan-jalan di sekeliling alun-alun yang dipenuhi dengan PKL harus ditata sedemikian rupa.

 

Baca Juga : Jelang Idul Adha, Dispernakan Bondowoso Sidak Enam Titik Penjual Qurban

 

“Harusnya tenda PKL tidak ada di depan masjid Raudlatul Jannah. Sebab itu tempat ibadah, yang fungsinya untuk ibadah bukan tempat jualan,” ujarnya lagi.

Sementara itu saat shalat Id, jamaah Masjid Raudlatul Jannah meluber hingga jalan bahkan sampai alun-alun. Dengan adanya Semipro, jamaah diyakini akan kehilangan tempat ibadahnya dan terganggu.

“Itu belum bicara masalah tempat parkir kendaraan jamaah. Ini apa tidak diantisipasi sebelumnya olah panitia Semipro,” tegasnya.

Karena itu ia berharap, pemkot yang menjadi penyelenggara Semipro mencari solusi masalah tersebut.

“Misalnya, tempat disterilkan sementara, khusus Idul Adha. Setelah itu dilanjutkan lagi,” usulnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Semipro 2017, Agus Effendi belum bisa dikonfirmasi terkait ini. Nomor HP-nya tidak aktif atau berada di luar jangkauan. WA pun tak terbalas hanya centang. (afu)