BONDOWOSO – Komunitas literasi baca tulis binaan Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Bondowoso, menggelar pelatihan penulisan esai bagi sembilan kelompok penulis Bondowoso dengan total jumlah peserta 50 orang.

Ketua Pergunu Bondowoso, Slamet Riyadi, S.Pd., MPd mengungkapkan, bahwa pelatihan tersebut digelar atas mandat dari Balai Bahasa Jawa Timur. Ia menerangkan, jika pelatihan esai itu murupakan upaya Pergunu Bondowoso melalui komunitas baca tulis dalam menciptakan sumber daya manusia yang cakap dalam mengarang esai. Salah satunya dalam rangka menggali potensi kearifan lokal Kabupaten Bondowoso lewat karya tulis.

“Tentu tidak cukup hanya dengan membaca tetapi juga bagaimana bisa menulis. Jadi pengalaman dan ilmu yang dimilikinya bisa tertuang dalam bentuk tulisan. Supaya kreativitas peserta bisa dimaksukkan dalam bentuk tulisan sehingga manfaatnya untuk publik,” ungkap Slamet Riyadi yang juga menjabat sebagai konsultan Balai Bahasa Jawa Timur itu saat prosesi pelatihan berlangsung di Caffe Orilla, Selasa (24/7).

 

Baca Juga : Kohati Qurani Sebagai Tantangan Kaderisasi di Era Millenial

 

Menurut Slamet Riayadi, masih banyak kearifan lokal Bondowoso yang perlu terus dikembangkan melalui karya tulis. Baik dari kebudayaan masyarakatnya, keindahan alamnya, mau pun hasil produksifitasnya.

Oleh karena itu, Ia berharap selepas pelatihan nanti, seluruh peserta dapat membuat buku yang ber-ISBN (International Standard Book Number) untuk dijadikan bahan bacaan bagi pelajar Bondowoso.

“Dari sini bisa menjadi kemajuan dengan bisa mengangkat kearifan lokal bondowoso, seperti republik kopi, singkong, batik mau pun tarian-tarian. Jadi bisa mengangkat apa yang ada di Bondowoso. Sehingga karya mereka nanti bisa dijadikan buku bahan bacaan anak SD hingga SMA,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasi SMA Dinas Pendidikan Wilayah Cabang Bondowoso, Drs. Musa Ansori MM, serta Kabid Organiasi dan Kaderisasi Kabupaten Bondowoso, Daris Wibisono Setiawan, S.S, M.Pd. (abr)