Share

JEMBER – Pencarian Eggar, siswa SMPN 1 Jember yang hanyut terbawa arus akhir pekan kemarin terus dilakukan. Hingga saat ini, siswa yang diduga terseret arus gorong-gorong setelah turun dari angkot selepas pulang dari sekolah ini belum ditemukan.

Di lain pihak, Senin (20/03/2017, guru dan siswa SMPN 01 Jember menggelar doa bersama untuk keselamatan siswa yang hilang itu. Doa bersama tersebut dilaksanakan pada saat awal jam masuk sekolah sebelum para murid masuk ke kelas masing-masing.

Diharapkan korban bernama lengkap Eggar Genta Intishar M ini segera ditemukan dan dalam kondisi selamat. Setelah proses doa bersama kegiatan belajar mengajar kembali seperti biasa.

Susi Hidayati, wali kelas Eggar menyebutkan bahwa warga sekolah merasa sangat terpukul mendengar kabar yang tidak nyaman itu. “Kami mengadakan kegiatan doa bersama agar Eggar cepat ditemukan dan selamat” ujarnya saat ditemui Memo Indonesia.

Guru pengampuh mata pelajaran IPA itu menceritakan bahwa Eggar adalah murid yang mudah bergaul. Selain itu, dia juga anak yang murah senyum, sehingga wajahnya tampak selalu periang dan bahagia.

Seperti diketahui, korban yang masih duduk di kelas VII itu terseret arus setelah pulang dari sekolah dan masih berseragam pramuka. “Saya hari Jum’at terakhir bertemu dengan Eggar. Sabtunya, ada orang telfon menanyakan apakah saya wali kelas Eggar atau bukan, dan dia juga mengabari kalau murid saya hilang” jelas wanita yang akrab disapa Susi itu.

Setelah mendapat kabar hilangnya Eggar, Susi langsung menghubungi wali murid dari anak didiknya itu. Orang tua Eggar mengamini berita yang ia dapatkan dengan kondisi yang sok dan terpukul. “Orang tuanya nangis-nangis waktu saya hubungi” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa beredar banyak berita tentang muridnya yang hilang itu. Dia menyesalkan beberapa berita yang mengabarkan bahwa Eggar sudah ditemukan, kenyataanya, anak didiknya sampai berita ini masih belum ditemukan.

“Beritanya kesana-kemari, banyak yang tidak sesuai kenyataan” tegasnya. Dia berharap bahwa Eggar dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat segera mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. (hus/esb)