BONDOWOSO – Enam orang warga Bondowoso yang reaktif virus corona hasil rapid test sekarang diisolasi di Klinik Paru-paru, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso.

Mereka diantaranya yakni tiga orang pasien reaktif yang merupakan anak, menantu, dan cucu dari pasien positif kasus 02 warga Kelurahan Nangkaan
(pasien positif Covid 02 telah dinyatakan sembuh) . Cucu yang dimaksud disebut masih berusia sekitar dua tahun.

Kemudian, tiga orang lagi yakni santri yang pulang dari sebuah Pondok Pesantren di Temboro, Magetan yang hasil rapid test dua kali menunjukkan reaktif. Terperinci yakni, dua santri warga Kecamatan Maesan, dan seorang lagi warga Kecamatan Tegalampel.

Menurut, Kepala Dinas Kesehatan, yang juga juru bicara gugus tugas Covid-19 Bondowoso, M. Imron, saat Konfrensi Pers, di Aula Dinkes, Kamis (7/5/2020), pasien reaktif covid yang diisolasi ini sekarang dalam kondisi sehat.

Selama diisolasi, tak perlu ada tindakan invasif untuk perawatannya. Artinya, tak perlu menggunakan infus, dan tak konsumsi obat yang ditransfer melalui infus.

“Tapi kita berikan suplemen atau vitamin. Kondisi secara klinis baik, sehat. Hanya tinggal menunggu swab dari Surabaya,”urainya.

 

Baca Juga : Penutupan Masjid di Tegalampel untuk Penyemprotan Disinfektan

 

Ia menerangkan, di Bondowoso ada sekitar 27 orang yang dari rapid testnya menunjukkan hasil reaktif. Mereka tersebar di 11 kecamatan. Yakni, di kecamatan Klabang, Wringin, Tegalampel, Wonosari, Pujer, Tlogosari, Grujugan, Maesan dan Bondowoso. Tiga lagi dari Kelurahan yang ada di kecamatan Bondowoso.

“Ini belum positif Covid-19. Tapi reaktif,”tegasnya.

Dalam kesempatan berbeda sebelumnya, Imron menerangkan hasil rapid test tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa orang bisa dinyatakan positif atau tidak.

“Akurasinya tidak lebih dari 50 persen,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar seluruh masyarakat menghilangkan stigma rapid test itu positif. Menurutnya, hasil rapid test itu belum tentu positif Corona, melainkan masih dalam reaktif.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas penanganan Covid-19 Bondowoso, sebaran virus corona hingga Kamis, 7 Mei 2020, pukul 13.00 WIB. Yakni, jumlah ODP mencapai 1.024 orang, 85 persen diantaranya telah selesai proses pantau, dan isolasi mandirinya. Artinya, tak ada gejala yang mengarah ke Covid-19.

Kemudian, jumlah PDP meningkat jadi delapan orang. Yakni dua orang dirawat di RS. Tiga orang isolasi mandiri dalam keadaan sehat. Tiga orang sembuh. Dua orang yang dirawat inap ada di RS Situbondo, dan seorang lagi di RS Swasta Jember.

Untuk pasien positif Covid-19 berjumlah tiga orang. Dua diantaranya telah dinyatakan sembuh. Seorang lagi sedang dirawat di RSUD Koesnadi Bondowoso. (Och)