BONDOWOSO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso memetakan ada enam desa yang masuk daerah sangat rawan banjir. Masyarakat diminta ikut mewaspadai datangnya bencana memasuki musim hujan tahun ini.

Enam desa yang dimaksud di antaranya, desa Grujugan, Ramban Kulon, dan Ramban wetan di Kecamatan Cermee. Kemudian ada Desa Selolembu di Kecamatan Curahdami, serta dua desa di Kecamatan Tegalampel yakni desa Kelabang Agung dan Tanggul Angin.

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triatmoko, menjelaskan keenam desa tersebut masuk kategori sangat rawan di dalam peta Bencana Kabupaten Bondowoso karena aliran sungainya berada di cekungan yang relaitf rendah. Kondisi ini pun semakin mengkhawatirkan dengan merunut pada pemberitahuan dari BMKG (Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika), bahwa awal bulan November hingga Desember 2017 ini diprediksi curah hujan di kota Tape ini cukup tinggi disertai angin kencang yang sifatnya merusak.

 

Baca Juga : Sekda Ajak Korpri Sukseskan Program Tingkatkan IPM

 

“Sebenarnya di Bondowoso itu semua wilayah hampir semua masuk kategori rawan dengan luasan yang berbeda. Namun ada beberapa titik yang masuk kategori sangat rawan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa telah dialokasikan sekitar Rp 600 juta selama tahun 2017 untuk menanggulangi berbagai bencana termasuk bencana banjir dan tanah longsor. Seperti pemberian bantuan stimulan terhadap kerugian masyarakat.

“Kita ada dana siap pakai, sekali pun tidak besar sampai saat ini kita keadaan siaga darurat yang kita alami masih bisa kita atasi,” ujarnya.

Sementara itu, daerah yang masuk dalam kategori rawan tanah longsor di Bondowoso yakni ada sekitar 33 desa yang tersebar di 15 kecataman. Diantaranya, Kecamatan Wringin, Tlogosari, Tegalampel, Taman Krocok, Sumber Wringin, Sukosari, Sempol, Pujer, Prajekan, Pakem, Maesan, Kelabang, Ggrujugan, serta Kecamatan Curahdami. (och)