Share
Kepala Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni(Baju Putih) saat operasi Pekat,Kemarin.

SURABAYA – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya melakukan penggerebekan tempat kos harian di Jalan Gunungsari, dan Homestay D`beauty Cemerlang Jalan Bibis Karah, tadi malam

Hasilnya, ada empat pasangan yang diduga bukan pasangan suami istri diamankan. Kuat dugaan, satu perempuan yang diamankan adalah muncikari. Selain itu, juga ada seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Surabaya, warga asal Ketintang, Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan penggerebekan itu dilakukan dalam rangka operasi Pekat (penyakit masyarakat) yang digelar di bulan Ramadan.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk menjaga kondisifitas selama Ramadan dan kami amankan empat pasangan mesum,dan satu perempuan diduga muncikari,” katanya.

Sasaran operasi Pekat kali ini, Shinto Silitonga menjelaskan, untuk merespon informasi warga yang menyebutkan tempat kos di Gunungsari dan Bibis, banyak pasangan yang tidak mempunyai surat nikah.

“Dari informasi tersebut, tim PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya dipimpin AKP Ruth Yeni bersama Satpol PP Kota Surabaya, melakukan pengecekan, setelah itu baru dilakukan penggerebekan,“ jelasnya.

 

Baca Juga : Pol PP Segera Operasi THM, Rumah Kos dan Lokalisasi

 

Shinto Silitonga mengungkapkan, razia pertama dilakukan di kos harian di Jalan Gunungsari 21. Dari kos harian tersebut, petugas gabungan menemukan tiga pasangan mesum. Seorang perempuan juga diamankan dari sebuah kamar karena diduga sedang melakukan praktik prostitusi. Kemudian petugas gabungan menuju Homestay D’beauty Cemerlang di Jalan Karah.

“Dari homestay ini petugas menemukan satu pasangan mesum di sebuah kamar. Dari KTP-nya, diketahui perempuan pasangan mesum tersebut merupakan seorang PNS,” ungkapnya.

Shinto Silitonga menambahkan, untuk pasangan mesum ini, pihak kepolisian menyerahkan penanganannnya kepada Satpol PP dan untuk seorang perempuan yang diduga muncikari, polisi akan melakukan penyelidikan.

“Untuk kos harian sendiri tidak mempunyai izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP, red), yang dipunyai hanya IMB dan kegiatan seperti ini akan kami lakukan selama Ramadan,” pungkasnya. (sga)