BONDOWOSO – Sebanyak empat desa di Kecamatan Botolinggo mulai mengajukan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Droping air bersih pun sudah dilakukan sepekan terakhir ini. Empat desa tersebut yakni Desa Botolinggo, Gayam, Klekean, serta Lumutan.

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triatmuko, menyebutkan dropping air bersih sudah dilakukan di empat desa tersebut. Bahkan mulai saat ini setiap minggu pihaknya dropping air bersih sebanyak empat rit ke masing-masing desa.  Disinyalir masih akan ada beberapa desa lainnya yang juga akan mengajukan bantuan, mengingat cuaca yang makin terik.

Lebih lanjut Kukuh menyebutkan, tim dari BPBD Bondowoso akan terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah daerah yang disinyalir rawan terjadi kekeringan. Setidaknya ada 46 Desa di 16 kecamatan yang rawan terjadi kekeringan berdasarkan data di tahun-tahun sebelumnya.

 

Baca Juga : FKPK Bondowoso Siap Berbenah Perbaiki Kualitas Pekerjaan

 

“Kepada kepala desa atau kepala dusun apabila ada gejala di daerahnya kekurangan air untuk segera menginformasikan kepada BPBD per telpon terlebih dulu, kemudian ditindak lanjuti dengan surat permintaan airnya,” ujar Kukuh.

Ia menjelaskan salah satu gejala kekurangan air di sebuah desa atau dusun bisa dilihat jika di tempat tersebut dalam satu hari kebutuhan air sebanyak 30 liter tidak terpenuhi. “itu sudah salah satu gejala,” terangnya.

Saat ini pemerintah daerah Bondowoso telah menetapakan darurat kekeringan hingga 31 Oktober 2017. (och)