Share

BONDOWOSO – Laporan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2020 Kabupaten Bondowoso masih belum tuntas.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, hingga saat ini baru 27.168 hektar atau 40 persen sawah yang terdata. Adapun luasan lahan di Bondowoso yang masuk e-RDKK ada sekitar 67.013 hektar.

Sekretaris Daerah Syaifullah, menerangkan, bahwa penyebab belum tuntasnya e-RDKK karena beberapa hal.

Diantaranya, yang pertama yakni sulitnya komunikasi antara PPL, Kepala Desa, dan camat. Kemudian, ada antara nama pemilik sawah tidak sama lantaran disewakan.

 

Baca Juga : BPBD Bondowoso Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Gempa

 

“Ini saya warning betul Pak Camat. Bahwa tanggung jawab masalah e-RDKK bukan hanya masalah PPL tapi juga camat,”ujarnya.

Kondisi ini, kata Sekda Syaifullah, berpengaruh terhadap pendistribusi pupuk. Mulai dari harga, pembelian yang ujungnya berdampak terhadap transaksi ekonomi.

Karena itulah, Sekda Syaifullah mengumpulkan seluruh PPL untuk mendorong mereka segera menyelesaikan e-RDKK. Yakni mengajak PPL agar duduk bersama seluruh pihak terkait di tingkatan desa dan kecamatan. Sekaligus, mengechek e-RDKK di tiap-tiap kecamatan.

Pihaknya menargetkan agar e-RDKK itu harus sudah selesai dalam waktu dua minggu ke depan.

“Saya minta dua minggu harus sudah selesai ini. Makany saya minta minggu depan sudah 70 persen, “pungkasnya.(och)