Share

BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menegaskan bahwa semua satuan pendidikan di Bondowoso tak boleh lagi menolak siswa karena alasan yang bersangkutan itu berkebutuhan khusus. Mereka justru harus diberikan kesempatan untuk dapat tumbuh berkembang menjadi siswa-siswi yang memperoleh hak-hak pendidikannya sebagaimana yang lain.

“Kita secara bertahap terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan ini,” ungkap Bupati dua periode itu saat memberikan sambutan di acara Safari Pendidikan yang berlangsung di SMP Negeri 5 Bondowoso, Senin (26/2).

Terlebih, Kabupaten Bondowoso sejak beberapa bulan yang lalu mendeklarasikan sebagai kabupaten yang memberikan pendidikan inklusif. Artinya memberikan kesempatan kepada semuanya warganya untuk dapat menikmati semua fasilitas pendidikan tidak terkecuali mereka yang difable.

Baca Juga : Pola Penyakit Berubah, Perlu Tekankan Paradigma Sehat

“Mereka yang mengalami cacat fisik, mengalami kekurangan dan ketertinggalan mental atau sebaliknya mengalami kemajuan yang luar biasa di atas rata-rata,” jelasnya.

Murti Jasmani, Distrik Koordinator LPKIPI Unicef Di Bondowoso Program NBF Inklusi, ditemui terpisah, menguraikan bahwa pihaknya sangat apresiasi terhadap pemberian dukungan pendidikan inklusif. Walupun faktanya Ia menilai masih belum berjalan optimal di Bondowoso Republik Kopi.  Perlu kesiapan SDM, sarana dan prasarana, edukasi terhadap keluarga difable serta masyarakat secara keseluruhan dalam upaya mendukung pendidkan inklusif ini. Tak kalah pentingnya, juga perlu adanya dukungan anggaran di APBD.

“Tidak adanya fasilitas yang ramah difable, sekolahan yang  tidak boleh menolak difable artinya kan sekolah juga harus menyiapkan tenaga yang akan mendampingi,” ungkapnya. (och)