Share

BONDOWOSO – Sejumlah posko Cinta (Cak Imin Untuk Indonesia) tersebar di Bondowoso. Keberadaan posko Cinta ini, merupakan bentuk dukungan atas Panglima Santri Nusantara itu, agar bisa maju menjadi RI 2 mendampingi Jokowi.

Tohari, Sekretaris DPC PKB Bondowoso, mengatakan, posko CINTA itu bentuk ekspresi dukungan masyarakat terhadap sosok Cak Imin yg selama ini sudah berbuat banyak untuk berbagai kepentingan masyarakat. Terlebih, posko cinta ini mulai menjamur di Bondowoso atas kemauan warga sendiri, bukan bentuk mobilisasi.

“Ini juga  sebagai wujud dukungan konkret kepada Cak Imin untuk maju sebagai cawapres di 2019. Saya dan teman teman PKB menyambut baik dukungan ini,” ujarnya.

Ia menerangkan di posko cinta ini pertama kali dibentuk di DPC PKB. Namun semakin hari, santer warga yang datang ingin mendirikan posko Cinta. Seperti tempat nongkrongnya anak muda, warkop, hingga beberapa penjahit yang minta agar namanya menjadi Penjahit Cinta.

Kedepan, semua yang tergabung di Posko cinta ini, akan membantu sosialisasi Siapa itu Cak Imin, apa saja yang sudah dilakuan Cak Imin, yang endingnya nanti Cak Imin maju di Pilpres 2019.

Baca Juga : 7 Partai Pengusung Dhafir-Dayat Perkuat Konsolidasi

“Sudah ada sekitar 100-an yang sudah mendirikan posko-posko cinta ini. Mayoritas yang ikut warga atas kemauan sendiri,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa pihaknya sangat optimis Cak Imin bisa maju sebagai pasangan cawapres Jokowi. Pasalnya, Cak Imin merupakan Ketua Umum PKB dengan perolehan suara cukup signifikan. Bahkan dalam berbagai survey, PKB ditempatkan sebagai partai papan tengah.

“Tapi kalau dari partai Islam yang ada, PKB ini partai papan atas. Bermodalkan suara PKB yang ada, dan sebagai Ketua Umum maka ini tentunya sangat rasional sekarang kalau calon presiden itu memilih Cak Imin sebagai Cawapres,” ujarnya.

Lebih jauh Tohari menguraikan bahwa Jokowi – Cak Imin atau sekarang banyak yang menyingkat jadi JOIN adalah bentuk pengulangan sejarah, perkawinan antara Nasionalis dan Religius.

“Tentunya sekarang ini kader berikutnya antara Pak Muhaimin, yang PKB, NU dan trah mbah hasyim itu kita ulang kembali hubungan baiknya dengan Soekarno, sejarah itu akan kita ulang kembali,” pungkasnya. (och)