Share
Kesepakatan bersama selama Ramadan bertajuk “Silaturahmi bersama pengusaha hiburan, perhotelan, dan distributor kembang api dalam rangka harkamtibmas menjelang bulan suci Ramadan 1438 H” di Gedung M Yasin Polrestabes SurabayaKesepakatan bersama selama Ramadan bertajuk “Silaturahmi bersama pengusaha hiburan, perhotelan, dan distributor kembang api dalam rangka harkamtibmas menjelang bulan suci Ramadan 1438 H” di Gedung M Yasin Polrestabes Surabaya.

SURABAYA – Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya akan menyiapkan dua tim, terdiri dari 10 sampai 15 orang anggota gabungan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot, Polrestabes Surabaya dan Garnisun Tetap (Gartap) untuk mengawasi Rekreasi Hiburan Umum (RHU) selama bulan Ramadan kali ini. Hal ini disampaikan Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widiyanto tadi pagi.

Berdasarkan temuan Ramadan sebelumnya, Irvan mengatakan, pelanggaran lebih banyak dilakukan pengusaha tempat hiburan menengah ke bawah. Seperti warung atau kafe yang biasa menjadi tempat tongkrongan.

“Meski para pengusaha hiburan malam berkomitmen mematuhi aturan Peraturan Daerah (Perda) Surabaya Nomor 23 tahun 2012 tentang Kepariwisataan, hal ini belum menjamin tidak terjadi pelanggaran,” katanya.

Menurutnya, dua tim ini akan bersiaga untuk menyisir kafe atau warung berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, saat warga Surabaya melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

 

Baca Juga : BKD Gelar Sosialisasi Pelestarian dan Fungsi Lingkungan Hidup

 

“Pelanggaran yang perlu diantisipasi terutama penyediaan minuman keras,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan bahwa pihaknya bersama satpol PP, linmas, dan polisi akan melakukan pengecekan. RHU yang ditemukan masih nakal dengan membuka tempat usahanya akan dikenakan sanksi.

“Di Surabaya ini ada 270 an RHU. Mulai H-1 hingga H+1, kami akan melakukan pemantauan sesuai dengan peraturan yang ada. Bila ada yang melanggar, jelas akan ada sanksi mulai dari lisan hingga dicabut izin usahanya,” katanya.

RHU yang ada, dijelaskannya terdapat pengecualian untuk 12 RHU yang menjalankan usaha biliar. 12 RHU tersebut diizinkan buka karena tempat biliar itu digunakan dengan tujuan olahraga.

“Usaha biliar ada yang kami izinkan, ada 12, hanya untuk olahraga.Dan itu sudah direkomendasikan oleh KONI Surabaya,” pungkasnya.(sga)