Share

KUTAI TIMUR – Prosesi manasik haji tidak hanya dilakukan umat Islam berusia dewasa. Sebanyak 2.374 anak murid-murid dari perwakilan 42 TK dan Kelompok Belajar PAUD se-Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan, Kutai Timur (Kutim) juga menjalankan prosesi manasik.

Sebagai latihan peragaan ibadah yang masuk dalam rukun Islam kelima tersebut di halaman Masjid Al Faruq, Islamic Center, Bukit Pelangi, Rabu (5/9/2018). Kegiatan tahunan gelaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim ini berlangsung meriah, namun tetap mengikuti aturan dan rukun haji. Tingkah polah anak-anak yang lucu membuat suasana manasik haji menjadi lebih semarak.

Turut hadir Bupati Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi dan Kepala Kemenag Kutim Ambotang serta Plt Disdik Roma Malau.

Bupati Ismunandar dalam arahan singkatnya berharap tahun depan prosesi manasik bisa lebih terasa suasana Tanah Suci di Arafah. Salah satunya tenda putih kerucut yang menjadi tempat berkumpulnya jamaah haji juga tersedia.

Baca Juga : Jamaah Haji Asal Kutim Borong Kurma di Madinah

“Saya ingin tahun depan, deretan tenda putih seperti di Arafah bisa direalisasikan. Saya usulkan di anggarkan melalui Disdik atau bisa juga berkolaborasi dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Supaya apa? Anak-anak kita bisa merasakan suasana seperti di Arab Saudi,” tegas Ismu.

Ismu menambahkan kegiatan ini positif sebagai wujud pendidikan nilai agama yang diajarkan ke siswa untuk diajak mengasah kecerdasan spriritual dalam menunaikan ibadah haji. Tentunya, lewat praktik haji ini anak-anak mendapatkan gambaran mengenai haji sejak usia dini. Selanjutnya menanamkan keimanan dan ketaqwaannya hingga dewasa.

Sementara itu penanggung jawab sekaligus ketua panitia Roma Malau melaporkan tujuan utama manasik anak-anak setiap tahun oleh Disdik, membentuk karakter sejak kecil dalam memahami kewajiban haji.

“Penanaman secara dini nilai keagamaan menjadi syarat utama ketika anak-anak kelak beranjak dewasa secara lahir batin sudah siap berhaji. Tidak hanya itu anak-anak juga dapat mencintai seluruh kebersamaan mulai cinta orang tua dan guru. Sasaran utama yaitu peserta didik dan guru sangatta utara dan selatan,” tutupnya. (di)