SURABAYA – DPRD Kota Surabaya Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan mengusulkan agar ada pendirian penanda perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo di sekitar Bundaran Waru.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlinadi Surabaya, menilai belum ada penanda yang jelas di sekitar Bundaran Waru yang merupakan perbatasan Surabaya dengan Sidoarjo.

“Jika dilihat dari arah Waru ke mal City of Tomorrow (Cito) memang ada tulisan, tapi tidak terlalu tampak,” ujarnya.

Menurutnya, apabila melihat lokasinya, area Bundaran Waru masuk wilayah Surabaya. Untuk itu, dia meminta agar Pemerintah Kota Surabaya membangun penanda guna mempertegas batas antara wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

“Saya harap tidak konvensional seperti daerah lain, dengan penanda berupa gerbang,” katanya.

 

Baca Juga : Pasca OTT KPK di Pamekasan, Kejati Jatim “Tertutup” untuk Wartawan

 

Herlina menginginkan batas penanda yang didirikan berupa konsep baru yang kreatif dan modern.

“Apalagi Bu Wali Kota kan kreativitasnya tinggi. Terbukti, dengan adanya taman-taman yang bagus dan sudah diakui dunia internasional,” ujarnya.

Penanda batas itu, ditambahkannya, harus berupa konsep yang baru,kreatif dan modern. Itu bisa menjadi salah satu daya tarik Kota Surabaya. Jika di daerah lain, terdapat ikon-ikon yang bisa menjadi obyek foto. Maka, menurutnya tidak tertutup kemungkinan pemerintah kota juga bisa membuat batas kota yang menarik bagi wisatawan.

“Tentunya mengenai bentuknya harus memperhatikan estetika,” pungkasnya. (sga)