BONDOWOSO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso mengharapkan agar pemberian Jalin matra berupa bantuan hewan ternak kambing pada 2018 dilakukan seminim mungkin. Alasannya, pengadaan bantuan hewan ternak dinilai banyak yang tidak sukses.

Safi’i Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat, DPMD Bondowoso, mengatakan, seringkali saat pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan monitoring kepada RTS (Rumah Tangga Sasaran) penerima bantuan kambing banyak yang beralasan kambingnya telah mati. Padahal setelah dilakukan pemeriksaan kebanyak RTS menjual hewan kambing tersebut dengan alasanyan kebutuhan ekonomi.

“Sampai kami 2017 itu, kami minta data konkrit, seandainya mati tolong difoto itu kemudian dilaporkan,” ujarnya usai Sosialisasi Jalin Matra di Aula Sabha Bina, Selasa (24/4).

Ada pun posisi Pemerintah daerah dalam pemberian bantuan Jalin matra sendiri yakni sebagai pengawasan saja. Karena dana bantuan itu ditransfer langsung dari Pemerintah provinsi ke rekening desa, yang selanjutnya dibelanjakan.

“Kalau kambing itu masuk bantuan (Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan) dan RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin),” jelasnya.

Untuk informasi bahwa Bondowoso menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang menerima bantuan jalin matra. Pada 2015 jumlah desa penerima jalin matra yakni 12 desa, dengan anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 2,046 milliar. Kemudian tahun 2016 jumlah desanya yakni 10 dengan anggaran sekitar Rp 1,8 milliar, pada 2017 yakni 44 desa dengan anggaran sekitar Rp 5,7 milliar.

Kemudian di 2018 ini ada 55 desa di 16 kecamatan penerima jalin matra. Dengan jumlah desa itu, total anggaran yang akan digelontorkan mencapai Rp 6,85 milliar.(och)