Share

PROBOLINGGO KOTA – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) membuka peluang pasar online kepada Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) di Kota Probolinggo.

Menurut Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Gatot Wahyudi mengatakan bahwa ini sebuah perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo terhadap pelaku UMKM.

“Kami lakukan penandatanganan MOU antara marketplace dan UMKM Kota Probolinggo melalui aplikasi marketplace,” papar Gatot kepada media ini.

Dengan menggandeng dua marketplace, satunyakata Gatot adalah lemeleh.com yang berkonten pemasaran produk makanan dan minuman, serta bayuangga.com dengan pemasaran lebih kepada barang.

“Disini pelaku UMKM dapat memasarkan produknya secara luas, di era digital seperti sekarang ini, akan membawa pengaruh cukup besar dalam kehidupan manusia, berbagai aktifitas dan juga kebutuhan manusia seolah-olah makin dipermudah dengan adanya kecanggihan teknologi saat ini, termasuk juga dengan dunia pemasaran atau marketing dimana cara manual atau tradisional mulai ditinggalkan karena terbilang kurang efektif dalam berbagai hal,” ujarnya.

Menurut Gatot, banyak manfaat yang dapat dirasakan khususnya bagi para UMKM yang bergabung dalam aplikasi marketplace ini. Selain bisa menghemat waktu, biaya dan tenaga, juga dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya.

“Prosesnya juga lebih mudah, tidak perlu kesana kemari untuk memasarkan dan mengenalkan produk anda dan tanpa menggunakan banyak orang,” paparnya.

Selain itu, kata Gatot mudah untuk dipantau, karena menggunakan metode online maka perkembangan bisnis bisa dipantau kapan saja, prosesnya pun tidaklah rumit dan butuh banyak proses.

Respon baik disampaikan oleh salah satu pelaku UMKM, Inada. “Saya dan kawan-kawan begitu senang dengan adanya aplikasi marketplace yang difasilitasi Pemkot dalam hal ini DKUPP Kota probolinggo. Dengan adanya aplikasi ini kami bisa lebih efektif dan hanya berfokus pada produksi tanpa susah-susah memikirkan proses marketing yang biasanya kita lakukan manual dengan menjajakan dari toko ke toko supaya produk kami laku, tapi sekarang dengan adanya aplikasi ini kami amat dibantu dalam pemasarannya. Tidak dipungkiri bagi kami dari semuanya yang sulit adalah proses pemasarannya,” ujarnya.

Wanita yang memproduksi jenis makanan ini juga menyebutkan dalam waktu empat hari setelah bergabung dalam aplikasi lemeleh.com tersebut sudah melakukan transaksi sebesar 300 ribu rupiah.

“Harapan kami dengan adanya aplikasi ini semoga pemasarannya akan semakin meluas serta lebih banyak lagi konsumen yang memanfaatkan produk kami tidak hanya dari local, harapannya bisa menembus hingga pasar internasional dan saya mengajak para UMKM untuk mengambil kesempatan ini dengan bergabung dalam aplikasi yang pastinya sangat menguntungkan dan memberikan manfaat besar bagi para UMKM di Kota Probolinggo,” imbuhnya.

Pemkot berharap dengan adanya kerjasama ini, produk dari UMKM dapat dikenal luas oleh seluruh masyarakat, memudahkan pelaku UMKM dalam mempromosikan dan memasarkan produknya, sehingga diharapkan akan meningkatkan perekonomian dari pelaku UMKM Kota Probolinggo. (afu)