JOGJAKARTA – Beragam inovasi pembangunan yang berhasil dijalankan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas banyak menginspirasi daerah lain. Terkini, Anas mendapatkan undangan kehormatan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono untuk berbagi inspirasi dalam membangun Banyuwangi selama ini.

Dalam pertemuan dengan Sri Sultan, Rabu (19/4/2017) tersebut, Anas mengupas mengenai anggaran dalam membangun daerah. Forum tersebut diikuti para kepala daerah dan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Yogyakarta

Menurut Anas, dengan adanya efisiensi di sejumlah bidang, membuat kemampuan anggaran negara terbatas itu. Karena itulah maka perlu program yang fokus dan berorientasi pada hasil. Program yang dijalankan harus menganut asas money follow result, berorientasi ke manfaat program.

Anas juga memaparkan sejumlah inovasi di Banyuwangi yang terbukti mendorong kemajuan daerah. Menurutnya, program-program harus diefisienkan sesuai manfaat ke masyarakat, tidak dibagi rata ke semua SKPD. Contohnya ketika 2016 Banyuwangi berhasil menghemat Rp 213 miliar atau 13 persen dari total belanja langsung. Kendati begitu tetap tidak mengurangi dampak ke masyarakat.

“Saat itu kami punya sekitar 4.000 program. Setelah kami cermati satu-satu, dan akhirnya dipangkas tinggal 1.200 program. Jadi tidak asal semua SKPD punya program yang dibagi rata, tapi ditakar manfaatnya,” kata Anas.

Sejumlah program yang sebelumnya kurang berorientasi pada hasil, maka dirubah. Misalnya, program peningkatan kebersihan sungai, tapi dinas terkait mewujudkannya dengan sejumlah seminar tentang sungai bersih. “Memang program seminar tidak masalah sepanjang pelaporan administrasinya baik. Tapi kita tidak berhenti di administrasi,” paparnya.

Selanjutnya, kata dia, program tersebut diganti dengan yang lebih pada orientasi hasil. Salah satunya dengan menggelar Festival Sungai Bersih, menempatkan CCTV di pojok-pojok sungai agar semuanya berpikir ulang ketika akan membuang sampah, dan menjadikan sungai sebagai destinasi wisata.

Anas mengatakan, dengan berbagi pengalaman ini, diharapkan daerah-daerah bisa saling dukung dalam meningkatkan kinerja pemerintahan. Banyuwangi sendiri telah mendapat nilai A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (Kementerian PAN-RB).

Banyuwangi adalah satu-satunya kabupaten di Indonesia sekaligus yang pertama yang mendapat nilai A atau tertinggi. Selama ini, belum pernah ada kabupaten yang berhasil meraih nilai A di seluruh Indonesia.

Menurut Anas, tidak mudah untuk mendapatkan kategori A dalam penilaian SAKIP, karena yang dinilai adalah kinerja pemerintahan secara sistem dan diukkur dengan orientasi hasil.

“Yang juga perlu ditanamkan adalah bagaimana membangun sistem, bukan hasil one man show kepala daerah atau kepala dinas. Artinya ada transformasi, ada budaya inovasi. Itu yang susah, tapi bisa dilakukan dengan melibatkan semua jajaran, mulai kepala dinas sampai staf, dalam setiap tahapan pembuatan kebijakan publik,” ujar Anas

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam siaran pers Humas Pemkab Banyuwangi mengatakan, mengatakan bahwa forum bersama Bupati Anas ini digelar untuk saling dukung dalam pengembangan daerah.

“Sharing partnership yang dilakukan bersama Bupati Banyuwangi pada forum ini merupakan upaya tukar kawruh nata krida dalam membangun wilayah,” ujarnya.

Dia berharap, jajaran pemerintahan di seluruh DIY bisa terinspirasi lewat forum berbagi pengalaman itu. “Dengan mengambil nilai-nilai positif (di Banyuwangi) diharapkan mampu diinisiasi oleh SKPD untuk bisa direplikasi sesuai kondisi yang ada,” papar Sri Sultan. (mif)