BONDOWOSO – Sentra Komunikasi Aliansi Kepala Desa (SKAK) Bondowoso menuntut pasangan calon Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rahmat untuk meminta maaf dan memberikan penjelasan atas pernyataannya yang telah menuduh Kepala Desa melakukan pemotongan bantuan dana guru ngaji. Pernyataan ini dilontarkan oleh pasangan tersebut saat kampanye di desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, pada Jum’at 23 Maret 2018.

Hanafi Ketua SKAK saat press release, Senin (26/3), mengungkapkan, sebagaimana rekaman yang telah beredar itu pihaknya menilai bahwa Salwa Arifin dengan semena-mena telah menyampaikan pernyataan yang sungguh mencederai para kepala desa yang dituduh memotong bantuan dana guru ngaji. Hal ini dinilai bermotif politik mengingat saat ini sedang memasuki masa kampanye.

“Dia selaku calon Bupati, kami meminta ia meminta maaf kepada kepala desa, dan memberi penjelasan bahwa itu tidak benar, siapa dan siapa yang merasa dipotong itu,” ujarnya di kantor Sekertariat SKAK.

Baca Juga : Jaga Kualitas Konstruksi Rigid Beton, Plt Sekda Pantau Langsung

Ia menegaskan bahwa pihaknya tak segan-segan akan melaporkan pasangan tersebut ke Panwaskab Bondowoso, manakala tidak memenuhi tuntutan organisasi kepala desa tersebut dengan segera.

“Ya nanti akan dilaporkan ke Panwas itu,” tegasnya.

Senada disampaikan oleh Artawi, Kepala Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, dirinya mengharapkan pasangan tersebut segera memberikan penjelasan jika memang ada Kades yang melakukan pemotongan hendaknya disampaikan secara jelas, siapa dan desa apa. Karena selama ini, Ia dan kades lainnya telah memberikan bantuan guru ngaji sesuai dengan yang seharusnya yakni, Rp 800 ribu dalam setahun. Bahkan Ia mengaku menambahkan bantuannya dalam bentuk sarung dan bantuan lain yang dananya diambilkan dari PADes (Pendapatan Asli Desa).

“Kalau di desa saya itu ada 23 guru ngaji, itu diberikan betul Rp 800 ribu setiap tahun dan diberikan biasanya saat Ramadan itu. Kalau dari video yang beredar itu kan kami dituding memotong hingga Rp 300 ribu,” jelasnya.

Artawi dengan menggebu-gebu meminta agar pasangan itu meminta maaf kepada seluruh kades melalui media cetak maupun elektronik. (och)