BONDOWOSO – Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kementrian PDTT, Samsul Widodo melihat bahwa Bondowoso pada tahun 2019 bisa lepas dari daerah tertinggal. Alasannya, berdasarkan hasil survey, sensus, dan research Kementerian PDTT, Bondowoso menunjukkan tren peningkatan yang positif.

“Kami sendiri yakin, berdasarkan data-data kami, 2019 Bondowoso lepas dari ketertinggalan,” terangnya saat berkunjung ke Kampung Kopi Pelita, Jum’at malam (4/5).

Ia menerangkan bahwa dengan situasi normal saat ini Bondowoso trennya sudah cukup positif. Namun, perlu diwaspadai bencana alam yang mungkin terjadi, karena hal itu bisa membuat tren tersebut berubah.

“Kecuali kalau ada bencana, ya bisa berubah. Jadi artinya dari sisi situasi normal trennya sudah cukup positif. Jadi ini yang juga akan kita bahas, cuma nanti tinggal Bupati berikutnya untuk bisa meneruskan,” terangnya.

 

Baca Juga : Berkunjung Ke Bondowoso, Ditjen PDTT Puji Kampung Kopi Pelita

 

Sementara itu, Bupati Amin Said Husni, pada 13 April 2018 lalu, mengatakan, bahwa Bondowoso secara de facto telah lepas dari kategori daerah tertinggal. Adapun secara de jure, Pemerintah daerah hanya tinggal menunggu Perpres.

“Saya beberapa waktu yang lalu saya diskusi Panjang lebar dengan Pak Dirjen PDT Kementrian Desa dan PDTTT, intinya Kabupaten Bondowoso ini secara angka-angka itu sudah tidak lagi sebagai daerah tertinggal,” ujarnya di Gedung DPRD, Jum’at (13/4).

Bupati dua periode itu juga menerangkan bahwa dengan status de facto ini artinya indikator-indikator yang selama ini dinyatakan masih sebagai daerah trtinggal itu sudah terlampaui. Baik dari Sumber daya manusia, kemampuan fiskal, maupun sarana infrastruktur. (och)