Share

SITUBONDO – Bencana alam angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Mangaran dan Panji, Selasa (7/12) malam, mengakibat 174 rumah warga di dua kecamatan itu mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Koordinasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono mengatakan, setidaknya ada 47 rumah warga di Kecamatan Panji yang mengalami kerusakan. “Dimana tersebar di 3 Desa. Yakni Kayu Putih 39 rumah, Tenggir 5 rumah dan Tokelan 3 rumah,” ucapnya, Rabu (8/12/2021).

Puriyono mengungkapkan, untuk di Kecamatan Mangaran ada 127 rumah dan 1 fasilitas masjid yang rusak. “Tersebar di 5 desa. Yaitu, Tanjung Glugur 14 rumah, Mangaran 89 rumah, Trebungan 20 rumah, Tanjung Geger dan Tanjung Pecinan 4 rumah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Puriyono menyampaikan, kemungkinan jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung mengalami penambahan. “Petugas kami masih terus melakukan pendataan di lokasi kejadian. Kalau ada perubahan angka nanti kita kabari,” imbuhnya.

Baca Juga : Anugerahkan SNI, Wamendag : Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional

Lebih lanjut, Puriyono menjelaskan, selain merusak ratusan rumah warga, angin puting beliung juga merobohkan ratusan pohon disepanjang jalan raya dan rumah masyarakat. “Hingga sekarang ini petugas gabungan masih terus melakukan pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin (Chain Saw),” pungkasnya.

Puriyono menghimbau kepada masyarakat Situbondo untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi bencana alam bisa terjadi sewaktu-waktu. “Karena memang akhir-akhir ini cuaca ekstrim sering terjadi. Hujan deras disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Situbondo,” tutupnya. (Ozi).