BONDOWOSO – Inspeksi oleh Biocet sebagai langkah akhir untuk memastikan beras organik Bondowoso lulus sertifikasi internasional atau tidak kini dilakukan. Dinas Pertanian Bondowoso optimistis jika sertifikasi internasional akan segera dikantongi.

Ayib Rosyidi, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Bondowoso, mengungkapkan optimismenya tersebut. “Kita optimis dan yakin. Untuk itulah mari kita berharap dan berdoa semoga beras organik Bondowoso bisa lulus sertifikasi internasional ini,” ujarnya kepada Memo Indonesia, Selasa (11/4/2017).

Ayib menjelaskan jika selama ini Bondowoso sudah mengantongi sertifikasi organik nasional dari Lesos. Untuk menuju sertifikasi internasional, beragam persiapan dilakukan di lahan-lahan organik di desa Lombok Kulon, Wonosari dan desa Taal, Tapen.

Dalam inspeksi yang dilakukan Biocet saat ini, lanjut Ayib, menyangkut beberapa hal. Di antaranya kondisi lahan, infrasturktur irigasinya, tingkat kontaminasi dari bahan kimia serta administrasi dari kelompok tani.

Menurutnya, ada sekitar 135 hektar lahan pertanian organik yang terbagi di tiga kelompok tani. Satu kelompok tani berada di desa Taal, Tapen dan dua lainnya di desa Lombok Kulon, Wonosari. “Mereka tergabung dalam Gapoktan Al Barokah,” jelas Ayib.

Dengan sudah dilakukannya inspeksi oleh Biocet ini, maka sudah selangkah lagi beras organik Bondowoso memiliki sertifikasi internasional. Sehingga ke depan, produk organik Bondowoso sudah bisa ekspor ke luar negeri. “InsyaAllah hasil dari inspeksi ini akan keluar satu bulan lagi,” pungkasnya. (esb)