Share

BONDOWOSO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksanana Teknis Perlindungan Kosumen Jember memastikan bahwa 27 makanan kaleng yang mengandung cacing sudah tidak beredar di enam wilayah kerjanya. Seperti, Kabupaten Jember, Bondowoso, Situbondom Banyuwangi, Lumajangan, Probolingggo, dan Kota Probolinggo.

Kepastian ini disampaikan oleh Ahmad Baikuni, Kepala Unit Pelaksana teknis Perlindungan Kosumen Jember, Rabu (18/4), menjelaskan, pihaknya telah turun langsung memerika ke swalayan, pasar-pasar, toko-toko termasuk pendistribusiannya. Hasilnya, kata Baikuni, 27 jenis makanan kaleng tersebut sudah ditarik dan diamankan agar tidak dijual kembali.

 

Baca Juga : Tingkatkan Perlindungan Kosumen, Disperindag Jatim Undang Pelaku Usaha Bondowoso

 

“Alhamdulillah dari pusat sudah menginformasikan sehingga semua swalayan atau supermarket yang sudah punya administrasi online langsung menarik,” ujarnya.

Ia pun menguraikan bahwa pihaknya telah memberi surat kepada seluruh Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan di wilayah kerjanya himbauan agar pengusaha tidak boleh menjual yang dirilis oleh BPOM.

“Kalau masih ditemukan yang pertama diberikan pembinaan, kalau masih memaksa otomatis nanti aka nada langkah-langkah,” tegasnya.

Suhartono, Kabid Usaha Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, menegaskan, pihaknya beberapa waktu lalu telah keliling ke beberapa toko, itu memang sudah tidak ada yang beredar di Bondowoso. Ia memastikan bahwa Diskoperindag setiap mendapatkan info, pasti melakukan survey.

“Jadi apa pun bentuknya berkaitan dengan perlindungan konsumen, baik itu makanan kaleng atau kadaluarsa, masyarakat bisa lapor langsung ke Diskoperindag ke seksi PK,” pungkasnya.(och)